Dari kue sederhana dan tradisional yang telah lama terkait erat dengan kehidupan masyarakat kota Phu Tho khususnya dan masyarakat tanah leluhur pada umumnya, kue "tai" telah menjadi makanan khas, menyandang label dan bintang OCOP, membuka banyak peluang baru dan meninggalkan kesan yang semakin kuat pada konsumen.
Setelah dibentuk, kue-kue berbentuk telinga tersebut disusun rapi di atas nampan sebelum dimasukkan ke dalam kukusan untuk dimasak.
Usaha produksi mi dan kue dari Koperasi Produksi Mi dan Kue Ha Thach (wilayah Ngoc Thap, komune Ha Thach, kota Phu Tho) memiliki sejarah panjang. Produk koperasi ini beragam dan melimpah, termasuk mi dan berbagai kue tradisional lezat yang digemari banyak orang, seperti: kue ketan (Banh Chung), kue beras kukus (Banh Giay), kue berbentuk telinga (Banh Tai), kue sosis babi (Banh Gio), dan kue silinder (Banh Te)... Saat ini, koperasi tersebut memiliki 7 rumah tangga yang berpartisipasi dalam produksi kue berbentuk telinga. Dengan mengunjungi koperasi dan mempelajari langsung proses pembuatan kue, seseorang dapat lebih memahami kerja keras, cinta, dan semangat masyarakat setempat terhadap kue khas ini.
Berbeda dengan koperasi lainnya, koperasi produksi bihun dan kue beras Ha Thach sebagian besar beroperasi di malam hari. Mulai pukul 1 pagi, rumah tangga mulai bekerja, dan pada pukul 3:30 pagi, batch pertama kue beras siap dikirim ke pedagang yang kemudian mendistribusikannya ke pasar, toko, dan gerai ritel agar masyarakat dapat menikmatinya sebagai sarapan. Kue beras dibuat dari beras ketan berkualitas tinggi, direndam dalam air selama 3-5 jam sebelum digiling menjadi tepung. Beras yang harum, tepung yang halus, dan kue yang segar menjamin cita rasa yang khas.
Kue berbentuk telinga khas Ha Thach telah lama menjadi makanan khas lokal yang populer dan digemari banyak orang.
Sebelum membuat adonan, isian biasanya disiapkan terlebih dahulu, terdiri dari daging babi giling halus (dua bagian daging tanpa lemak dan satu bagian lemak), bawang merah cincang halus, dicampur dengan merica dan kecap ikan secukupnya. Sebelumnya, tepung beras giling seringkali diuleni, direbus, ditumbuk, dan dikocok dengan tangan, suatu proses yang cukup rumit dan memakan waktu.
Saat ini, banyak keluarga di koperasi telah berinvestasi besar-besaran pada mesin pengaduk tepung, sehingga menghemat banyak waktu dan tenaga serta meningkatkan produktivitas berkali-kali lipat. Setelah digiling, tepung beras dimasukkan ke dalam mesin dan dicampur selama kurang lebih 15 menit hingga matang 80%, kemudian dibagi menjadi beberapa bagian kecil untuk membuat kulit kue. Proses pembentukan kue berbentuk telinga juga sangat penting.
Para pembuat kue harus terampil memasukkan isian ke dalam bola-bola adonan yang telah dibentuk sebelumnya, kemudian melipatnya menjadi bentuk seperti telinga, tetapi melakukannya dengan hati-hati agar lapisan luarnya tidak terpisah saat dikukus. Setelah dibentuk, kue-kue tersebut disusun rapi di atas nampan dan dikukus dalam pengukus selama sekitar 40 menit hingga matang. Rata-rata, setiap rumah tangga di koperasi produksi mie dan kue Ha Thach menghasilkan sekitar 3.000 kue berbentuk telinga per hari, dan menjual semuanya segera setelah dibuat.
Meskipun membutuhkan waktu hingga larut malam dan bangun pagi, kerajinan membuat "bánh tai" (kue beras berbentuk telinga) di Hà Thạch telah berkembang selama beberapa generasi. "Bánh tai" putih yang menarik, dengan aroma beras segar yang harum dan isian yang kaya dan lembut, sangat lezat jika disajikan dengan saus celup pedas yang enak dan tidak terlalu manis. Karena rasa dan cara pembuatannya yang unik namun familiar, banyak keluarga dan restoran memilih "bánh tai" untuk pesta dan pernikahan, karena dianggap elegan dan menarik.
Dengan keinginan untuk melestarikan dan membangun merek mi gulung Ha Thach, meningkatkan nilai ekonomi , dan memperbaiki pendapatan bagi anggotanya, pada tahun 2023, Koperasi Produksi Mi dan Kue Ha Thach menyelesaikan proses pengajuan mi gulungnya ke program evaluasi dan klasifikasi produk OCOP tingkat provinsi dan meraih standar OCOP bintang 3.
Bapak Nguyen Doanh Hieu, Direktur Koperasi, mengatakan: “Sertifikasi OCOP untuk kue 'tai' kami telah membuka peluang bagi Koperasi untuk membangun dan menegaskan mereknya di pasar, meningkatkan penjualan, dan memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan menghadirkan produk yang sangat kompetitif ke pasar. Di masa mendatang, Koperasi akan terus bekerja sama dengan rumah tangga anggota untuk meningkatkan teknik produksi dan berinvestasi dalam peralatan yang lebih modern untuk meningkatkan efisiensi pengolahan, sehingga memperluas pasar untuk kue 'tai' dan berkontribusi pada pelestarian dan promosi budaya kuliner unik kota kami yang telah berusia berabad-abad.”
Phan Uyen
Sumber: https://baophutho.vn/banh-tai-ha-thach-220293.htm






Komentar (0)