Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), Topan Jangmi saat ini berada di lepas pantai Pulau Honshu dan bergerak ke timur laut menuju wilayah Tokyo. Topan tersebut mempertahankan kecepatan angin maksimum sekitar 25 m/s, sementara banyak daerah di sepanjang pantai Pasifik berada di bawah peringatan potensi bencana alam yang mengancam jiwa.
Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, mengatakan tekanan pusat topan saat ini berada di angka 980 hPa dan telah menyebabkan pemadaman listrik bagi hampir 60.000 rumah tangga.

Gelombang besar muncul di Kota Kushima, Prefektur Miyazaki pada pagi hari tanggal 2 Juni. Foto: Japan Times.
"Jika masyarakat merasa ada bahaya, mereka harus segera mengambil tindakan untuk melindungi diri dan keluarga mereka," saran Kihara.
Pemerintah Jepang juga telah mengeluarkan perintah evakuasi untuk ratusan ribu orang di delapan prefektur di wilayah barat daya, tengah, dan timur negara itu.
Topan Jangmi berdampak parah pada transportasi. Dua maskapai penerbangan besar, Japan Airlines dan All Nippon Airways, membatalkan hampir 900 penerbangan domestik dan internasional pada pagi hari tanggal 3 Juni.
Beberapa rute kereta cepat Shinkansen di Kyushu dan Jepang barat mengalami keterlambatan. Perusahaan Kereta Api Jepang Timur (JR East) juga mengumumkan penangguhan beberapa layanan kereta api di wilayah Tokyo dan memperingatkan bahwa gangguan dapat berlanjut sepanjang hari.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem, Toyota Motor memutuskan untuk menangguhkan sementara operasional di 13 pabrik domestiknya pada pagi hari tanggal 3 Juni. Sementara itu, Suzuki Motor juga menghentikan produksi di kelima pabriknya di Prefektur Shizuoka, sebelah barat Tokyo.
Pihak berwenang Jepang terus memantau perkembangan Topan Jangmi dengan cermat dan menyarankan warga untuk membatasi perjalanan serta mengikuti pedoman pencegahan bencana setempat.
Sumber: https://nongnghiepmoitruong.vn/bao-jangmi-quet-qua-nhat-ban-gan-60000-ho-dan-mat-dien-d814591.html









Komentar (0)