Nguyen Tran Trung Quan menderita kelumpuhan saraf wajah (kelumpuhan saraf kranial ke-7) dan harus dirawat di rumah sakit - Foto: Disediakan oleh narasumber.
Pada tanggal 26 Februari, perwakilan Trung Quân mengumumkan bahwa penyanyi tersebut mengalami masalah kesehatan saat tampil di Hai Phong pada malam tanggal 25 Februari.
Secara spesifik, penyanyi Nguyen Tran Trung Quan menderita kekakuan wajah di satu sisi dan bentuk mulut yang terdistorsi.
Penyanyi Trung Quân dirawat di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di Hai Phong. Dokter menyarankan agar memindahkannya ke Rumah Sakit Militer 108 ( Hanoi ) adalah pilihan terbaik.
Di sini, setelah menjalani tes dan pemeriksaan, penyanyi pria tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Duc Giang untuk perawatan akupunktur.
Perwakilan penyanyi tersebut mengungkapkan bahwa dokter mendiagnosisnya menderita kelumpuhan saraf perifer pada saraf kranial VII (kelumpuhan wajah).
Menurut perwakilan penyanyi tersebut, setelah dua sesi perawatan, kesehatan Quân telah membaik; ia makan, tidur, dan berbicara dengan normal, meskipun satu sisi wajahnya masih cacat.
Mengenai asimetri wajah, Nguyen Tran Trung Quan membutuhkan perawatan jangka panjang; hal itu tidak bisa diselesaikan dalam semalam.
Dr. Huynh Tan Vu, seorang dosen di Departemen Pengobatan Tradisional di Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa selama pergantian musim, banyak orang menderita kelumpuhan saraf wajah, juga dikenal sebagai paralisis wajah, dan baik orang dewasa maupun anak-anak dapat mengalami kondisi ini.
Penyebab utama kelumpuhan wajah meliputi kedinginan, perubahan suhu mendadak (setelah hujan, cuaca dingin, dll.), infeksi (kelumpuhan wajah disertai demam), dan trauma (kemungkinan setelah operasi maksilofasial, operasi mastoid, dll.).
Meskipun tidak mengancam jiwa, kondisi ini menyebabkan masalah estetika dan psikologis bagi pasien, memengaruhi pekerjaan, kebiasaan makan, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup mereka.
Selama perawatan, waktu pemulihan bergantung pada usia pasien; orang yang lebih muda biasanya pulih dengan cepat dalam 2-4 minggu, sedangkan orang yang lebih tua pulih lebih lambat karena elastisitas kulit yang berkurang.
Namun, beberapa pasien, karena pengobatan yang tidak tepat atau pengobatan tradisional, menderita atrofi dan kelumpuhan wajah permanen.
Dokter Vu menyarankan untuk menghindari perubahan suhu yang tiba-tiba dari panas ke dingin (AC) dan sebaliknya, karena perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba dari tinggi ke rendah dapat menyebabkan pusing.
Saat menggunakan AC atau kipas angin untuk anak kecil, orang tua sebaiknya menghindari mengarahkan aliran udara langsung ke anak; sebaliknya, kipas angin harus berputar secara merata di seluruh ruangan.
Selain itu, menjaga kesehatan tubuh dengan meningkatkan kesehatan, makan dengan baik, dan berolahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh berkontribusi pada pencegahan penyakit.
Tanda dan gejala kelumpuhan saraf wajah (saraf kranial VII)
Menurut Dr. Ngo Thi Kim Oanh dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi di Kota Ho Chi Minh, Cabang 3, saat cuaca panas, banyak orang memiliki kebiasaan tidur di bawah AC dan kipas angin dengan intensitas tinggi, yang merupakan salah satu faktor risiko kelumpuhan wajah.
Gejala kelumpuhan wajah meliputi wajah yang tidak simetris, otot wajah tertarik ke satu sisi, kerutan di dahi, lipatan nasolabial, philtrum yang menyimpang, dan mulut yang bengkok.
Selain itu, mata tidak dapat menutup sepenuhnya, dan bola mata bergerak ke atas. Pasien mengalami kesulitan melakukan gerakan seperti mengerutkan alis, cemberut, meringis, memonyongkan bibir, menggembungkan pipi, dan bersiul. Gejala sekunder dapat meliputi tinnitus dan keluarnya air mata di sisi yang lumpuh.
Menurut Dokter Oanh, ketika mengalami gejala kelumpuhan wajah, pasien harus mengunjungi fasilitas medis terpercaya untuk pemeriksaan guna menentukan penyebab dan menilai tingkat kerusakan saraf melalui gejala klinis dan elektromiografi wajah.
Sumber








Komentar (0)