
Menurut Kementerian Keamanan Publik, taktik umum yang digunakan adalah membuat situs web dan akun media sosial palsu yang meniru hotel, resor, dan perusahaan perjalanan terkemuka, bahkan membeli lencana terverifikasi untuk membangun kepercayaan. Halaman-halaman ini mengiklankan harga rendah atau harga yang sama dengan harga yang tertera, meminta pelanggan untuk mentransfer uang muka, dan kemudian dengan cepat memutuskan kontak. Metode lain melibatkan berpura-pura sebagai turis yang perlu "segera melikuidasi tur" dengan harga jauh lebih rendah daripada harga pasar.
Selain itu, para penjahat juga menargetkan tempat penginapan dengan mengirimkan email phishing yang menyamar sebagai platform pemesanan. Email-email ini biasanya meminta konfirmasi pembayaran, pembaruan informasi, atau pembatalan, dan seringkali berisi tautan berbahaya. Jika diakses, tautan-tautan ini dapat menyebabkan pembajakan perangkat, kehilangan data, atau pengurangan saldo akun.
Kementerian Keamanan Publik menyarankan warga dan pemilik usaha untuk meneliti informasi tentang penyedia layanan dengan cermat, dengan memprioritaskan agen perjalanan yang bereputasi dan berlisensi.
Pengguna sama sekali tidak boleh mengakses tautan yang tidak dikenal, menginstal aplikasi dari sumber yang tidak diketahui, atau memberikan kode OTP kepada orang lain. Jika terdeteksi aktivitas yang tidak biasa atau jika ditemukan korban, masyarakat harus segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat untuk mendapatkan panduan tentang cara menangani situasi tersebut.
Sumber: https://quangngaitv.vn/bo-cong-an-canh-bao-thu-doan-lua-dao-dip-tet-6514189.html







Komentar (0)