Kementerian Keamanan Publik telah mengusulkan pemeringkatan dan pemberian skor kepada warga digital di VNeID.

Menurut draf tersebut, syarat untuk menjadi warga negara digital meliputi: mendapatkan akun identifikasi elektronik pada aplikasi identitas nasional (VNeID); dapat menggunakan layanan publik dan layanan digital secara aman dan legal; memenuhi tanggung jawab sebagai warga negara digital; dan telah terdaftar sebagai warga negara digital.

Draf tersebut juga mengklarifikasi hak-hak warga digital dalam memiliki dan mengelola identitas digital mereka; hak untuk mengakses, menggunakan, dan memperoleh manfaat dari layanan digital; hak atas perlindungan dan keamanan di lingkungan digital; dan hak untuk berpartisipasi dalam demokrasi dan pengawasan digital.

Pada saat yang sama, rancangan tersebut juga secara jelas mendefinisikan tanggung jawab warga digital dalam menciptakan, memperbarui, dan memverifikasi data; melaksanakan pelayanan publik daring; mematuhi hukum, berperilaku sopan, melindungi keamanan informasi dan data; serta berkontribusi pada pengembangan pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.

Kebijakan preferensial bagi warga yang aktif berpartisipasi dalam layanan di lingkungan digital.

Menurut draf tersebut, Negara akan menerapkan kebijakan preferensial untuk menciptakan insentif bagi warga negara agar aktif berpartisipasi dalam layanan di lingkungan digital, khususnya:

Warga negara dibebaskan dari 100% biaya dan pungutan untuk 66 prosedur administrasi dasar dan penting, yang berkaitan dengan hak pribadi, atau yang sering digunakan.

Mengurangi biaya dan pungutan setidaknya 50% untuk 56 prosedur administratif kompleks yang membutuhkan biaya pengelolaan yang signifikan.