Di bawah naungan pohon flamboyan di situs bersejarah Bukit A1, Menteri Pertahanan Prancis Sébastien Lecornu dan Sekretaris Negara Patricia Miralles (berbaju biru) mendengarkan pidato dari William Schilardi, Presiden Asosiasi Veteran Dien Bien Phu.
"Tujuh puluh tahun yang lalu, meriam terakhir berhenti berbunyi di Dien Bien Phu. Bagi orang Vietnam, momen itu adalah kemenangan yang tak terbayangkan. Bagi orang Prancis, itu adalah kekalahan yang tak terbayangkan..."
"Tahun 1954 adalah tahun perpecahan yang mendalam antara kedua negara kita. Bagi kami, para veteran Dien Bien Phu, meskipun setiap kenangan masih menyimpan bekas luka peluru, kami memiliki tanggung jawab kepada generasi muda untuk menyelesaikan luka ini secara tuntas dan meringankan penderitaan masa lalu," demikian isi pidato tersebut.
Sumber









Komentar (0)