
Tenis meja Tiongkok mengalami kekalahan mengejutkan di Kejuaraan Dunia Junior - Foto: ITTF
Kekalahan yang disebutkan di atas terjadi dalam ajang tim U19 di Kejuaraan Tenis Meja Junior Dunia 2025.
Meskipun merupakan turnamen junior, ini tetap merupakan arena tenis meja di mana Tiongkok telah mendominasi selama bertahun-tahun. Turnamen ini dibagi menjadi dua kelompok usia, U15 dan U19, dan di kategori U19, Tiongkok selalu mendominasi.
Sebagai contoh, pada turnamen tahun 2023, China memenangkan ketujuh nomor pertandingan di kelompok usia U19. Mereka biasanya hanya kalah di nomor pertandingan U15, ketika para pemain remaja belum sepenuhnya mengembangkan keterampilan mereka.
Dalam turnamen tahun ini, China terus menurunkan tim yang sangat kuat di kelompok usia U19. Contoh utamanya adalah Wen Ruibo, pemain yang mencapai peringkat 34 dunia pada usia 18 tahun. Ia dianggap sebagai calon penerus pemain seperti Wang Chuqin dan Lin Shidong.
Atau ambil contoh Li Hechen, seorang pemain tenis meja berbakat yang, di usianya yang baru 16 tahun, sudah mampu bersaing setara dengan banyak pemain hebat dari negara lain.
Meskipun memiliki skuad yang sangat kuat, tim U19 Tiongkok secara tak terduga kalah 1-3 dari tim Taipei Tiongkok di perempat final turnamen tersebut.
Kejutan itu terjadi di pertandingan pertama, ketika Wen Ruibo kalah 2-3 dari Hsu Hsien-Chia, yang saat ini berada di peringkat 248 dunia, 200 peringkat lebih rendah dari Wen.
Hsu memulai pertandingan dengan mengesankan, memenangkan dua set pertama dengan skor 12-10 dan 11-9, sebelum Wen berjuang keras untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Namun di set penentu, Hsu sekali lagi mengejutkan tim Tiongkok dengan kemenangan 11-9.

Kuo Guang Hong, pemain tenis meja berbakat dari Taiwan - Foto: ITTF
Pada pertandingan kedua, Li Hechen kalah 1-3 dari Kuo Guan-Hong. Kekalahan ini dapat dimengerti, karena Kuo juga dianggap sebagai "anak ajaib" dari Taiwan. Ia satu tahun lebih tua dari Li dan saat ini berada di peringkat 65 dunia.
Sun Yang memenangkan pertandingan berikutnya, memperbesar keunggulan China menjadi 1-2, tetapi kemudian Wen Ruibo kembali mengecewakan dengan kalah dari Kuo di pertandingan keempat. Akhirnya, China kalah 1-3.
Kekalahan ini digambarkan oleh media Tiongkok sebagai "kejutan terbesar bagi tenis meja usia muda dalam beberapa tahun terakhir." Hal ini juga menyoroti semakin menonjolnya banyak negara lain yang memiliki reputasi baik dalam tenis meja di Asia.
Sumber: https://tuoitre.vn/bong-ban-trung-quoc-thua-soc-o-giai-the-gioi-20251125095642069.htm







Komentar (0)