Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Sepak bola Italia dalam bahaya.

Sepak bola Italia menghadapi risiko tidak memiliki perwakilan di babak 16 besar Liga Champions 2025-2026, karena ketiga timnya tersingkir di leg pertama babak play-off.

Báo Tuổi TrẻBáo Tuổi Trẻ24/02/2026

Ý - Ảnh 1.

Sepak bola Italia menunjukkan wajah yang mengecewakan di Liga Champions - Foto: AFP

Setelah Napoli tersingkir lebih awal dari babak penyisihan grup Liga Champions, harapan sepak bola Italia tertumpu pada Inter Milan, Juventus, dan Atalanta. Namun, ketiga klub tersebut tersandung di leg pertama babak play-off dan menghadapi risiko eliminasi.

Kekecewaan total

Meskipun dianggap unggul dalam segala aspek, Inter Milan mengalami kekalahan memalukan 1-3 melawan Bodø/Glimt (Norwegia).

Sementara itu, Juventus mengalami malam yang buruk setelah dikalahkan 5-2 oleh tuan rumah Galatasaray (Turki). Pertahanan Juventus yang dulunya terkenal benar-benar runtuh di bawah serangan cepat Galatasaray.

Pada akhirnya, Atalanta gagal menciptakan kejutan, kalah 0-2 dari Borussia Dortmund (Jerman).

Menurut analisis superkomputer, Serie A menghadapi peluang 48% untuk tidak memiliki perwakilan yang tersisa di babak 16 besar. Tingkat eliminasi untuk tim-tim Italia berada pada level yang mengkhawatirkan. Secara spesifik, Atalanta menghadapi peluang eliminasi 94%, Juventus 89%, dan Inter Milan 57%.

Kelemahan fatal Serie A

Kekalahan Inter, Juventus, dan Atalanta bukanlah sekadar kecelakaan dalam satu pertandingan. Itu adalah konsekuensi tak terhindarkan dari sistem sepak bola yang menunjukkan tanda-tanda tertinggal dalam hal kecepatan dan tempo.

Mantan legenda Italia, Fabio Capello, telah mengungkap tiga kelemahan utama tim-tim Italia saat ini: kebugaran, kecepatan penguasaan bola, dan konsistensi.

Di Liga Champions, di mana tempo permainan selalu sangat tinggi, perwakilan Serie A jelas menunjukkan kurangnya kecepatan. Ini sangat kontras dengan tim-tim Inggris. Oleh karena itu, ketika lawan mereka berakselerasi, mereka dengan mudah kehilangan kendali.

Bek tengah Italia saat ini dituntut untuk lebih sering memulai serangan. Sebagai imbalannya, mereka secara bertahap kehilangan insting bertahan satu lawan satu dan agresivitas dalam tekel. Ketika menghadapi pemain penyerang Galatasaray atau Dortmund yang cepat, kuat, dan berbakat secara teknis, celah dalam pertahanan Italia langsung dieksploitasi.

Pelatih Capello juga menyoroti masalah lain yang mengkhawatirkan: kebiasaan bermain di Serie A merugikan para pemain ketika mereka melangkah ke panggung Eropa. Di Serie A, bahkan benturan kecil pun mudah diabaikan oleh wasit. Hal ini menyebabkan gangguan terus-menerus dalam permainan dan para pemain terbiasa dengan tempo yang lambat.

Namun, di Liga Champions, terutama melawan tim Inggris atau Jerman, kekuatan dan kecepatan sangat penting. Wasit membiarkan permainan berlangsung terus menerus, dan jika mereka sedikit melambat, lawan mereka akan segera mengejar. Perbedaan intensitas ini membuat tim Italia kewalahan dan mudah kehilangan kendali.

Leg kedua babak play-off akan berlangsung minggu ini (25 dan 26 Februari). Ketiga tim Italia akan menjamu lawan mereka di kandang. Juventus masih memiliki peluang untuk melaju jika mereka dapat memperbaiki kelemahan pertahanan mereka. Inter Milan dapat membalikkan keadaan sepenuhnya jika mereka menemukan kembali performa terbaik mereka. Dan Atalanta, pada hari yang baik, dapat mengalahkan Dortmund.

Terlepas dari hasil akhirnya, lonceng peringatan bagi sepak bola Italia benar-benar telah berbunyi. Leg pertama babak play-off adalah panggilan bangun yang keras. Serie A tidak bisa terus berpegang teguh pada kejayaan masa lalu. Tanpa perubahan pola pikir yang segera, mulai dari pelatihan pemain dan peningkatan kecepatan liga hingga pendekatan mereka terhadap pertandingan tingkat atas, sepak bola Italia akan terus tertinggal di belakang negara-negara Eropa lainnya.

Jadwal pertandingan leg kedua babak play-off Liga Champions

25 Februari: Atletico Madrid - Club Brugge (00:45), Newcastle - Qarabag, Leverkusen - Olympiakos, Inter Milan - Bodo/Glimt (3:00).

26 Februari: Atalanta - Dortmund (0:45), Juventus - Galatasaray, PSG - Monaco, Real Madrid - Benfica (3:00).

THANH DINH

Sumber: https://tuoitre.vn/bong-da-y-lam-nguy-20260224105350923.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Panen bawang

Panen bawang

Para wanita muda dari dataran tinggi Ha Giang

Para wanita muda dari dataran tinggi Ha Giang

Buah manis

Buah manis