
Dengan hampir 700 juta penduduk, ASEAN menarik partisipasi yang kuat dari mitra-mitra utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan organisasi internasional seperti ITU dan Bank Dunia.
Jika menilik kembali ke tahun 2001 (pendahulunya adalah Konferensi TELMIN), mekanisme kerja sama ini telah menggeser fokusnya dari telekomunikasi ke promosi transformasi digital komprehensif sejak tahun 2019.
Pada pertemuan ini, para Menteri berfokus pada peninjauan Rencana Induk Digital ASEAN 2025, sekaligus membahas tantangan-tantangan yang muncul sebagai persiapan untuk mengembangkan rencana induk baru untuk masa depan.
Sejalan dengan arah keseluruhannya, ASEAN bertujuan untuk membangun Komunitas ASEAN digital yang terhubung, inovatif, aman, andal, dan inklusif, sehingga berkontribusi pada terwujudnya Visi Komunitas ASEAN 2045.
Yang perlu diperhatikan, periode 2021-2025 menyaksikan penyelesaian 82 inisiatif, yang meletakkan fondasi penting bagi kerja sama digital di kawasan ini. Banyak hasil konkret telah diimplementasikan, seperti pembayaran QR lintas batas, cakupan 5G di sebagian besar kota besar, dan penandatanganan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN. Ini bukan sekadar angka ringkasan, tetapi mencerminkan kemajuan dalam kapasitas operasional dan konektivitas digital antar negara anggota.
Berlandaskan fondasi tersebut, ASEAN menetapkan visi yang lebih tinggi untuk fase selanjutnya: ekonomi digital bertujuan untuk berkontribusi 30% terhadap PDB blok tersebut, menciptakan nilai tambah baru sebesar US$1 triliun; angkatan kerja bertujuan agar 80% memiliki keterampilan tinggi, sehingga meningkatkan produktivitas hingga 2,5 kali lipat; dan layanan publik daring bertujuan untuk integrasi AI 100%, mengurangi biaya operasional sosial sebesar 40%. Dengan kata lain, Tujuan Pembangunan ASEAN 2030 menggeser transformasi digital dari "narasi teknologi," dan mengembalikannya ke tempat yang seharusnya: sebagai alat untuk merestrukturisasi produktivitas dan tata kelola.

Sumber: https://mst.gov.vn/buc-tranh-so-asean-2021-2025-197260209235908936.htm







Komentar (0)