
Menurut sekretaris pers Gedung Putih Caroline Leavitt, telah ada beberapa kemajuan dari pihak Iran dan semua orang siap terbang ke Pakistan jika diperlukan.
Pada saat yang sama, kantor berita IRNA melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah memulai perjalanan ke Pakistan, Oman, dan Rusia. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mengadakan konsultasi bilateral dan bertukar pandangan tentang perkembangan terkini terkait konflik Teluk.
Menurut CNN, Menteri Luar Negeri Araghchi berada di Pakistan untuk bertemu dengan para mediator, tetapi Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah mengadakan pertemuan langsung dengan AS. Langkah ini menunjukkan bahwa kedua pihak terus mengirimkan pesan yang saling bertentangan.
Sebelumnya, Menteri Perang AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa jika Iran terus memasang ranjau di Selat Hormuz, hal itu akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang rapuh dengan AS. Berbicara pada konferensi pers, Hegseth menekankan bahwa jika Iran memasang lebih banyak ranjau, AS akan mengambil tindakan balasan. Hegseth juga tidak membantah laporan bahwa Departemen Perang AS memperkirakan dibutuhkan waktu hingga enam bulan untuk membersihkan semua ranjau di Selat Hormuz.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/cac-dac-phai-vien-my-se-den-pakistan-de-dam-phan-voi-iran-post849733.html







Komentar (0)