
Komando AS mengatakan bahwa pasukan AS menyerang peluncur rudal dan kapal penebar ranjau Iran. Foto: Reuters.
Menurut pernyataan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) pada 25 Mei, serangan tersebut menargetkan lokasi peluncuran rudal dan beberapa kapal yang diduga mencoba memasang ranjau. Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan operasi tersebut dilakukan “untuk melindungi pasukan AS dari ancaman pasukan Iran,” sambil menekankan bahwa Washington tetap “menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung.”
Dalam perkembangan terkait, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari yang sama bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran perlu mencakup perluasan Kesepakatan Abraham, kerangka perjanjian yang dipromosikan oleh AS selama masa jabatan pertamanya untuk menormalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab.
Menurut pemimpin AS, Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania harus bergabung dalam perjanjian ini pada tahap ini. Sebelumnya, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) adalah negara pertama yang menandatangani Kesepakatan Abraham pada tahun 2020. Presiden Trump menekankan bahwa setelah upaya diplomatik yang panjang oleh AS, negara-negara yang terlibat perlu berpartisipasi secara bersamaan dalam mekanisme kerja sama ini untuk memperkuat stabilitas regional.
Namun, usulan Trump menghadapi beberapa tantangan. Arab Saudi terus bersikeras bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya dapat dimajukan jika ada peta jalan yang jelas menuju pembentukan negara Palestina. Pakistan juga mempertahankan posisinya untuk belum menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Presiden AS Donald Trump meyakini bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus mencakup perluasan Perjanjian Abraham. Foto: Reuters.
Waktu dan format perjanjian komprehensif dengan Iran masih belum jelas. Presiden Trump bahkan mengisyaratkan bahwa Teheran berpotensi bergabung dengan Kesepakatan Abraham di masa depan jika para pihak mencapai konsensus.
Kesepakatan Abraham adalah serangkaian perjanjian diplomatik, ekonomi , dan keamanan yang dipromosikan di bawah pengaruh AS selama masa jabatan pertama Presiden Trump. Awalnya ditandatangani antara Israel dan UEA serta Bahrain, perjanjian ini kemudian diperluas untuk mencakup Sudan, Maroko, dan baru-baru ini, Kazakhstan. Perjanjian-perjanjian ini dipandang sebagai upaya untuk mempromosikan kerja sama dan stabilitas di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Thuy Ha
Sumber: AP
Sumber: https://baothanhhoa.vn/my-tan-cong-tu-ve-tai-iran-giua-luc-dam-phan-duoc-thuc-day-288879.htm








Komentar (0)