Melanin adalah pigmen terpenting pada kulit. Selain menentukan warna rambut, mata, dan kulit, melanin juga membantu melawan bakteri dan mengatur suhu tubuh. Ia melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari dan mengurangi risiko bahaya radiasi. Pigmen ini juga membantu mengatur proses penuaan dan mengurangi abrasi kulit.
Melanin bekerja dengan menggelapkan kulit yang terpapar sinar matahari tanpa perlindungan. Bagi orang yang memiliki pigmen melanin lebih sedikit, paparan sinar matahari yang berkepanjangan tanpa perlindungan dapat menyebabkan sel-sel kulit menjadi merah, bengkak, dan nyeri, yang mengakibatkan kulit terbakar.
Dalam beberapa hari, tubuh dapat mulai menyembuhkan dirinya sendiri dengan cara mengelupas, yaitu melepaskan lapisan atas kulit yang rusak untuk menghilangkan sel-sel yang rusak. Luka bakar matahari yang parah dapat membutuhkan waktu beberapa hari untuk sembuh.
Sengatan matahari mempercepat penuaan kulit dan merupakan penyebab utama sebagian besar kasus karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma, bentuk kanker kulit yang paling berbahaya.
Saat kulit terbakar sinar matahari, beberapa tindakan perawatan diri dapat diterapkan.
Dinginkan, turunkan suhunya.
Kurangi paparan sinar matahari sampai gejala sengatan matahari benar-benar hilang. Oleskan kompres dingin pada area yang terkena.
Melembapkan kulit
Saat kulit masih lembap setelah mendingin, oleskan pelembap lembut pada area yang terbakar. Gel lidah buaya juga dapat menenangkan luka bakar ringan dan dianggap aman untuk kulit yang terbakar sinar matahari.
Mengurangi peradangan
Dokter mungkin akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) jika terdapat tanda-tanda peradangan dan rasa panas untuk mengurangi ketidaknyamanan dan infeksi. Lanjutkan mengompres dingin untuk mengurangi ketidaknyamanan, dan kenakan pakaian longgar, lembut, dan menyerap keringat untuk menghindari iritasi kulit lebih lanjut. Hindari paparan sinar matahari langsung sepenuhnya sampai luka bakar sembuh.
Ganti cairan dan elektrolit.
Saat kulit Anda terbakar sinar matahari, kulit akan mengalami dehidrasi. Penting untuk menghidrasi kembali tubuh secara oral, termasuk dengan air mineral, jus buah, dan minuman olahraga yang mengisi kembali elektrolit, baik saat kulit Anda rusak maupun setelah mulai pulih.
Untuk mencegah sengatan matahari, dokter menyarankan agar orang menghindari paparan sinar matahari dari pukul 10 pagi hingga 4 sore. Sinar UV paling kuat selama jam-jam tersebut, jadi cobalah untuk menjadwalkan aktivitas luar ruangan di waktu lain. Jika itu tidak memungkinkan, batasi waktu Anda di bawah sinar matahari dan carilah tempat teduh kapan pun Anda bisa.
Selain itu, Anda juga harus menggunakan tabir surya dan pelembap bibir tahan air dengan SPF minimal 30 dan perlindungan spektrum luas, bahkan pada hari berawan. Produk spektrum luas membantu melindungi dari sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB).
Sekitar 30 menit sebelum keluar rumah, oleskan tabir surya secara merata ke kulit yang bersih dan kering. Gunakan tabir surya untuk menutupi semua area kulit yang terpapar sinar matahari, kecuali kelopak mata. Jika Anda menggunakan tabir surya semprot, semprotkan ke tangan Anda terlebih dahulu, lalu oleskan ke kulit Anda. Ini membantu menghindari menghirup produk tersebut.
Saat berada di luar ruangan, barang-barang lain seperti payung atau topi bertepi lebar dapat melindungi Anda selain tabir surya. Pakaian berwarna gelap memberikan perlindungan yang lebih baik. Kenakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, sebaiknya yang pas di wajah Anda.
Tautan sumber






Komentar (0)