Menurut informasi dari Rumah Sakit Umum Daerah Van Don (Quang Ninh), pada malam tanggal 1 Juni, rumah sakit tersebut menerima seorang pasien laki-laki berusia 81 tahun (berdomisili di Bac Ninh) yang diduga mengalami stroke saat berlibur di Quan Lan.

Pasukan yang terkoordinasi mengangkut pasien, yang diduga mengalami stroke, ke daratan untuk perawatan darurat.
Sebelumnya, pasien dibawa ke Poliklinik Daerah Quan Lan dengan gejala kelelahan, tremor, dan muntah berulang. Pemeriksaan awal menunjukkan demam tinggi, tekanan darah tinggi 160/90 mmHg, kelemahan pada anggota tubuh, dan asimetri wajah.
Menyadari hal ini sebagai kasus hipertensi dengan dugaan stroke yang membutuhkan intervensi khusus, para dokter segera melakukan konsultasi dan mengaktifkan prosedur transfer darurat ke Rumah Sakit Umum Regional Van Don.
Berkat ketersediaan layanan medis darurat yang memadai, pengangkutan pasien dari pulau ke daratan dilakukan dengan cepat dan aman. Segera setelah masuk, rumah sakit melakukan tes, USG, dan CT scan otak.
Hasil pencitraan menunjukkan fokus hipodens di daerah radiasi koronal kiri, yang mengindikasikan kemungkinan infark serebral; beberapa lesi yang sudah ada sebelumnya juga terdeteksi di talamus bilateral, ganglia basal bilateral, dan kapsul lateral kiri. Pasien saat ini berada di bawah pengawasan ketat dan perawatan intensif.
Baru-baru ini, untuk memenuhi peningkatan permintaan layanan medis darurat selama musim wisata pulau, Rumah Sakit Umum Daerah Van Don telah secara proaktif menyiapkan ambulans untuk siaga 24/7 di Quan Lan, dan juga telah meningkatkan jumlah perahu darurat khusus untuk mengangkut pasien di laut.

Pertolongan medis darurat diberikan kepada seorang turis yang diduga mengalami stroke saat mengunjungi Pulau Quan Lan.
Selain itu, unit ini secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan latihan tentang rencana tanggap darurat maritim dan kepulauan dengan partisipasi berbagai pasukan untuk meningkatkan koordinasi dan penanganan situasi darurat.
Kasus turis tersebut menunjukkan bahwa investasi pada peralatan standar, penetapan prosedur koordinasi yang efektif, dan pelaksanaan latihan rutin telah secara signifikan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau, mengangkut, dan merawat pasien.
Untuk kasus stroke, serangan jantung, atau cedera parah, pemanfaatan "golden hour" secara efektif sangat penting untuk peluang pasien bertahan hidup dan pulih.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/cap-cuu-du-khach-nghi-dot-quy-tai-quan-lan-169260602092637029.htm







Komentar (0)