.jpg)
Kopi merupakan salah satu tanaman utama di provinsi Lam Dong. Berkat kopi, banyak petani di Lam Dong menjadi kaya, membangun rumah, membeli mobil, dan membiayai pendidikan anak-anak mereka. Berkat tanaman ini pula, banyak keluarga yang sebelumnya kesulitan ekonomi kini telah keluar dari kemiskinan dan meraih kekayaan yang sah di lahan mereka sendiri. “Pada panen kopi tahun 2025, panennya melimpah dan harganya bagus, keluarga saya sangat senang. Semoga dengan perawatan dini ini, harga kopi akan tetap tinggi dan stabil pada panen tahun 2026 sehingga kami para petani tidak menyia-nyiakan usaha kami dalam merawat perkebunan kopi,” ujar Bapak Pham Van Nam, seorang petani di komune Bao Lam 4. Keluarga Bapak Nam memiliki 1,2 hektar lahan kopi. Bapak Nam mengatakan bahwa perawatan dini perkebunan kopi memiliki banyak manfaat. Pertama-tama, tanaman pulih pertumbuhannya dengan cepat. Selain itu, petani menghemat biaya pupuk karena cabang yang sakit dan cabang yang tidak lagi mampu berbunga atau berbuah di musim berikutnya telah dipangkas, sehingga tanaman kopi tidak perlu mengalihkan pupuk untuk memberi nutrisi pada cabang-cabang tersebut. Ditambah lagi, pemangkasan dini cabang yang sakit atau tidak produktif membantu menjaga perkebunan kopi tetap berangin, memungkinkan distribusi cahaya yang merata, yang memfasilitasi fotosintesis. Lebih jauh lagi, sterilisasi tanah, pemberantasan penyakit jamur, pemupukan, pembuatan kompos, penyiraman, dan pengendalian hama dan penyakit pada tahap awal pembungaan juga menjadi lebih mudah dan praktis.
Petani kopi lainnya, Ibu Huynh Thi Mai dari komune Ninh Gia, berbagi: "Pada awal musim kemarau, sumber daya air melimpah, sehingga irigasi untuk tanaman kopi sangat mudah." Menurut Ibu Mai, setelah panen, tanaman kopi membutuhkan perawatan yang cermat. Tidak seperti beberapa tanaman lain, tanaman ini membutuhkan perawatan yang teliti untuk memastikan panen yang baik, hasil yang tinggi, dan musim yang berlimpah. Oleh karena itu, segera setelah panen tahun 2025, keluarga Ibu Mai segera mulai merawat perkebunan kopi mereka. Ibu Mai menjelaskan bahwa setiap tahap pertumbuhan tanaman kopi membutuhkan proses perawatan yang sesuai. Pada tahap awal musim kemarau, tanaman kopi membutuhkan nutrisi dan air yang cukup untuk memasuki periode diferensiasi kuncup bunga, pembungaan, dan pemeliharaan buah muda. “Setelah panen, keluarga saya biasanya menggunakan pupuk hayati, pupuk organik, dan pupuk kandang yang sudah terkompos dengan baik untuk memupuk tanaman kopi, membantu tanaman pulih dengan cepat. Penggunaan pupuk ini juga meningkatkan aerasi tanah, meningkatkan mikroorganisme bermanfaat di dalam tanah, dan membatasi patogen berbahaya, sehingga membantu tanaman kopi menyerap nutrisi dengan lebih baik,” kata Ibu Mai.
Menurut Bapak Le Duy Hung, seorang petani kopi di komune Gia Hiep, merawat dan mencegah hama serta penyakit pada tanaman kopi sebelum berbunga sangat penting. Hal ini menentukan hasil panen musim berikutnya. “Tanaman kopi sangat rewel. Perawatan yang cermat dan teliti menghasilkan panen yang tinggi. Perawatan yang ceroboh mengakibatkan panen yang rendah. Oleh karena itu, merawat tanaman segera setelah panen sangat menentukan,” jelas Bapak Hung.
Dengan semakin tuanya perkebunan kopi, para petani di provinsi Lam Dong juga melakukan perbaikan lahan untuk menanam kembali ladang kopi baru. Bapak K'Ton, seorang petani kopi di komune Son Dien, mengatakan bahwa upah untuk satu jam membajak lahan untuk memperbaiki perkebunan kopi adalah 400.000 VND. “Setelah memperbaiki lahan, kami akan menunggu musim hujan tiba, lalu kami akan menanam kopi. Dengan varietas kopi cangkokan yang kami miliki sekarang, setelah dua tahun sejak penanaman, pohon kopi akan mulai menghasilkan panen,” tambah Bapak K'Ton.
Sumber: https://baolamdong.vn/cham-ca-phe-cho-mua-vu-moi-422675.html






Komentar (0)