Para peneliti di New York University Abu Dhabi (Uni Emirat Arab - UEA) telah menerapkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengembangkan sistem yang mampu mengubah ucapan menjadi bahasa isyarat dan sebaliknya secara real time, membuka peluang untuk meningkatkan komunikasi bagi jutaan orang yang mengalami gangguan pendengaran.
Sistem yang disebut ChatSign ini beroperasi dalam bahasa Arab dan Inggris, serta mendukung bahasa isyarat UEA dan AS.
Yang menarik, teknologi ini tidak hanya mengubah bahasa lisan menjadi bahasa isyarat, tetapi juga dapat mengubah bahasa isyarat kembali menjadi bahasa lisan atau tulisan.
Bahasa isyarat adalah sistem bahasa lengkap yang menggunakan gerakan tangan, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh untuk menyampaikan informasi.
Pengguna bahasa isyarat di setiap negara mungkin juga menggunakan sistem yang berbeda, serupa dengan perbedaan antara bahasa lisan.
ChatSign beroperasi melalui karakter virtual (avatar) yang ditampilkan di layar. Ketika seseorang yang dapat mendengar berbicara, AI mengubah konten tersebut menjadi gerakan bahasa isyarat agar dapat diikuti oleh penyandang gangguan pendengaran.
Sebaliknya, sistem ini menggunakan kamera untuk mengenali gerakan pengguna dan mengubahnya menjadi ucapan atau teks yang dapat dipahami oleh orang lain.
Hal ini sangat berguna di rumah sakit, bandara, kantor pemerintahan, sekolah, restoran, atau pusat perbelanjaan—tempat-tempat di mana penerjemah bahasa isyarat tidak selalu tersedia untuk membantu penyandang gangguan pendengaran.
Para peneliti menekankan bahwa tujuan ChatSign bukanlah untuk menggantikan penerjemah, tetapi untuk mengisi kesenjangan komunikasi. Teknologi ini telah diuji dalam skenario dunia nyata di New York University Abu Dhabi dan sedang dalam proses perluasan aplikasi komersialnya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 430 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan pendengaran berat atau kehilangan pendengaran total, banyak di antaranya bergantung pada bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Oleh karena itu, pengembangan alat AI seperti ini dapat menjadi salah satu arah penting bagi teknologi dalam membantu penyandang disabilitas di masa depan.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/chatsign-cong-nghe-ai-giup-nguoi-khiem-thinh-tro-chuyen-de-dang-hon-post1111625.vnp








Komentar (0)