Situasi yang membingungkan itu memicu diskusi hangat di antara para penggemar di media sosial. Seorang penggemar bertanya-tanya, "Mengapa PSG selalu melakukan ini sejak awal pertandingan?" Penggemar lain berkomentar, "Pasti ada alasan di baliknya."
Menurut SportJoe , ini adalah ritual yang secara rutin dilakukan oleh juara Prancis tersebut di awal pertandingan. Di sebagian besar pertandingan PSG, seperti di Ligue 1 dan bahkan pertandingan sebelumnya melawan Liverpool di Liga Champions, PSG selalu mencoba menendang bola keluar lapangan di dekat bendera sudut.
![]() |
PSG menendang bola langsung keluar lapangan saat melakukan tendangan awal di final Liga Champions. |
"Langkah berani dan nekat ini sering memaksa tim lawan untuk melakukan lemparan ke dalam jauh di separuh lapangan mereka sendiri, sehingga PSG dapat dengan cepat memposisikan pemain mereka di separuh lapangan lawan," demikian pernyataan surat kabar Inggris tersebut.
PSG (rata-rata usia 25 tahun, 96 hari) dan Inter (rata-rata usia 30 tahun, 242 hari) menciptakan final Liga Champions dengan perbedaan usia terbesar dalam sejarah (5 tahun, 146 hari).
Bertentangan dengan ekspektasi akan pertandingan yang seru, laga di Allianz Arena ternyata sangat timpang. Inter, yang dikenal dengan pertahanan solidnya, kebobolan lima gol dari PSG. Satu-satunya gol yang berhasil dicetak oleh perwakilan Serie A itu hanyalah satu tembakan dari Marcus Thuram yang berhasil ditepis oleh Gianluigi Donnarumma.
Peluit akhir berbunyi, membawa kegembiraan luar biasa bagi Luis Enrique dan timnya. Untuk kelima kalinya dalam sejarah, Allianz Arena menyaksikan sebuah tim mengangkat trofi Eropa untuk pertama kalinya. Sosok di balik raihan treble PSG (Ligue 1, Piala Prancis, Liga Champions) adalah pelatih Luis Enrique dan skuad mudanya yang penuh semangat.
Sumber: https://znews.vn/chien-thuat-ky-la-cua-psg-post1557331.html








Komentar (0)