Dortmund berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan menjelang pertandingan ulang mereka melawan Barcelona. Foto: Reuters . |
Sekelompok penggemar Dortmund berkumpul di depan hotel Radisson Blu, tempat Barcelona memilih untuk menginap selama kunjungan mereka ke Jerman. Kelompok tersebut menyalakan kembang api dan membuat keributan, dengan tujuan untuk membuat para pemain Barcelona tetap terjaga.
Stasiun TV Spanyol Chiringuito merekam momen ini. Ini bukan pertama kalinya penggemar Dortmund menggunakan "taktik" ini. Insiden serupa terjadi dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions pada Desember 2024, tetapi Dortmund tetap kalah 2-3 di kandang sendiri.
Di media sosial, warganet percaya bahwa penggemar Dortmund mencoba mengalihkan perhatian lawan mereka. Ini adalah cara untuk mengganggu konsentrasi para pemain Barcelona secara psikologis dan mencegah mereka tampil maksimal di leg kedua di Signal Iduna Park.
Antusiasme menjelang leg kedua perempat final semakin meningkat. Meskipun Signal Iduna Park memiliki kapasitas sekitar 81.000 kursi, jumlah orang yang memesan tiket untuk pertandingan mendatang jauh lebih banyak dari angka tersebut.
Dukungan penuh semangat dari para penggemar Dortmund selalu menakutkan tim tamu mana pun. Musim lalu, tim Bundesliga ini juga menjadi runner-up Liga Champions. Hal ini semakin meningkatkan daya tarik mereka, menarik para penggemar ke stadion untuk menyaksikan pertandingan besar melawan Barcelona.
Pelatih Dortmund, Niko Kovac, mengakui timnya membutuhkan "keajaiban" untuk mengatasi rintangan berupa Barcelona dan melaju ke semifinal. Pada leg pertama, tim Bundesliga itu menderita kekalahan telak 0-4 di kandang lawan.
Surat kabar Spanyol Marca juga menyatakan kehati-hatian terkait leg kedua, menggambarkannya sebagai "Barcelona bersiap memasuki neraka" menjelang perjalanan mereka ke Signal Iduna Park pada 16 April.
Sumber: https://znews.vn/chieu-tro-cua-cdv-dortmund-voi-barcelona-post1545944.html







Komentar (0)