• Fokuskan sumber daya dan tingkatkan kualitas operasional Pusat Transformasi Digital Provinsi.
  • Tegas dan inovatif dalam transformasi digital.
  • Meningkatkan institusi, mempromosikan transformasi digital, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer.

Dalam rencana reformasi administrasi tahun 2026, provinsi ini mengidentifikasi transformasi digital sebagai salah satu solusi kunci untuk meningkatkan efisiensi aparatur administrasi. Banyak prosedur administrasi diimplementasikan secara elektronik; dokumen secara bertahap didigitalisasi dan dihubungkan antar instansi, sehingga mengurangi pekerjaan administrasi, mempersingkat waktu pemrosesan, dan membatasi kebutuhan warga untuk melakukan perjalanan berulang kali.

Bapak Le Minh Hien, Wakil Direktur Departemen Dalam Negeri, mengatakan bahwa transformasi digital secara langsung berdampak pada kualitas prosedur administrasi. Ketika proses dilakukan pada sistem elektronik, kontrol terhadap kemajuan dan tanggung jawab penanganan berkas menjadi lebih jelas. Hal ini tidak hanya membantu instansi manajemen meningkatkan efisiensi kerja tetapi juga menciptakan transparansi dalam proses pelayanan kepada warga dan bisnis.

Penerapan teknologi digital di Pusat Pelayanan Administrasi Publik Komune Thoi Binh membantu meningkatkan efisiensi prosedur administrasi, menciptakan kemudahan, dan mempersingkat waktu pemrosesan bagi warga.

Di tingkat akar rumput, integrasi teknologi ke dalam Pusat Layanan Administrasi Publik telah mengubah cara pemrosesan dokumen dibandingkan dengan masa lalu. Banyak daerah telah secara proaktif menerapkan perangkat lunak manajemen dokumen, memperbarui status pemrosesan pada sistem sehingga departemen terkait dapat memantaunya.

Bapak Do Van Su, Ketua Komite Rakyat Komune Song Doc, mengatakan bahwa penerimaan dan pemrosesan prosedur administrasi secara elektronik membuat pekerjaan para pejabat menjadi lebih mudah. ​​Setelah menerima dokumen, dokumen tersebut diperbarui dalam sistem, dan tahapan pemrosesan dipantau secara menyeluruh, sehingga mengurangi keterlambatan.

"Berkat sistem elektronik, proses pengajuan permohonan dapat dipantau lebih ketat. Masyarakat dapat mengetahui status permohonan mereka," tambah Bapak Su.