
Kinerja VN-Index dari awal tahun hingga saat ini - Data: VSF
VN-Index turun 45 poin setelah satu minggu.
Pasar saham menutup pekan perdagangan tanggal 19 hingga 22 Mei dengan penurunan karena tekanan jual meningkat pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor properti dan perbankan. Indeks VN-Index turun total 44,5 poin, atau 2,32%, mengakhiri tren kenaikan selama delapan minggu.
Secara khusus pada tanggal 22 Mei, pasar melanjutkan tren negatifnya karena tekanan jual menyebar di banyak sektor. Pada penutupan, VN-Index turun 19,76 poin, atau 1,04%, menjadi 1.877,13 poin. VN30-Index juga turun 16,58 poin menjadi 2.010,93 poin.
Sementara itu, Indeks HNX bergerak ke arah yang berlawanan, meningkat sebesar 3,14 poin menjadi 267,51 poin, sedangkan Indeks UPCoM sedikit menurun sebesar 0,37 poin menjadi 125,65 poin.
Likuiditas di Bursa Efek HoSE tetap tinggi dengan lebih dari 24.193 miliar VND, setara dengan hampir 992 juta saham yang berpindah tangan. Pasar cenderung kuat ke sisi negatif, dengan 373 saham mengalami penurunan, termasuk 25 saham yang mencapai harga terendah, sementara hanya 297 saham yang mengalami kenaikan harga dan 40 saham yang mencapai harga tertinggi.
Tekanan jual selama sesi perdagangan terutama terkonsentrasi di sektor properti dan saham-saham berkapitalisasi besar dalam indeks VN30. VHM dan VIC menjadi dua saham yang paling berdampak negatif pada VN-Index, masing-masing mengurangi sekitar 5,1 poin dan 3,64 poin dari indeks tersebut.
Selain itu, banyak saham unggulan lainnya seperti VCB, BID, GAS, BSR,FPT , dan VRE juga mengalami penurunan secara bersamaan, sehingga menyulitkan pasar untuk pulih, meskipun penurunan tersebut sempat menyempit di sesi siang hari.
Sebaliknya, beberapa sekuritas dan saham perbankan berperan mendukung indeks tersebut. TCX, VND, SSI, STB, dan VNM merupakan kontributor paling positif bagi VN-Index. Secara khusus, VND meningkat sebesar 6,73%, SHS sebesar 3,51%, dan SSI sebesar 1,66%.

Papan perdagangan elektronik untuk sesi perdagangan 22 Mei - Data: Kafi
VND mencapai harga tertinggi seiring lonjakan likuiditas.
Sektor perbankan menunjukkan kinerja yang beragam, dengan STB,ACB , OCB, dan TCX mempertahankan kenaikan, sementara banyak saham berkapitalisasi besar mengalami penurunan, seperti VCB yang turun 2,16%, BID turun 1,83%, MBB turun 0,6%, dan VPB turun 0,74%.
Sektor sekuritas berkinerja lebih baik daripada pasar secara keseluruhan, dengan VND, SSI, SHS, dan VCI semuanya mengalami kenaikan harga.
Di antara saham-saham tersebut, saham VND dari VNDirect Securities Company menarik perhatian ketika mencapai harga tertinggi 17.450 VND/saham, dengan volume perdagangan lebih dari 45 juta unit, menempati urutan kedua setelah VIX dengan volume perdagangan sekitar 67 juta saham. Dibandingkan dengan rata-rata bulan lalu, likuiditas VND meningkat hampir empat kali lipat.
Kinerja positif VND (Valuta Asing Vietnam) terjadi di tengah permintaan Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh baru-baru ini kepada departemen dan lembaga terkait untuk mempercepat penyelesaian hambatan hukum, alokasi lahan untuk pembayaran kontrak BT (Build-Transfer), penyesuaian total investasi, dan pencairan dana untuk proyek pengendalian banjir senilai 10.000 miliar VND. Proyek ini diinvestasikan oleh Trung Nam BT 1547 Co., Ltd., anak perusahaan dari Trung Nam Group.
Langkah ini dipandang oleh pasar sebagai sinyal positif untuk potensi dimulainya kembali proyek setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi, sekaligus mendukung arus kas dan kemampuan untuk memulihkan modal bagi pihak-pihak yang terlibat. Saat ini, VNDirect memiliki obligasi yang beredar terkait Trung Nam senilai sekitar 4.000 miliar VND.
Meskipun demikian, tekanan jual masih tetap ada di beberapa saham lain seperti VIX, yang turun 2,88%, dan HCM, yang turun 1,38%.
Di sektor properti, warna merah mendominasi dengan VHM turun 3,75%, VIC turun 1,01%, dan KDH, PDR, serta DIG semuanya mengalami koreksi. Namun, beberapa saham seperti NVL dan DXG berhasil mempertahankan momentum kenaikannya.
Sektor industri dan konstruksi juga mengalami perkembangan negatif, dengan GEX turun 6,29%, GEE kehilangan lebih dari 4%, dan VJC turun hampir 2%. Sementara itu, sektor energi menghadapi tekanan jual yang kuat, dengan BSR turun 3,26%, PLX turun 2,33%, dan PVS turun 1,24%.
Di sektor ritel dan konsumen, MWG turun tipis 0,13%, MSN turun 0,26%, sementara VNM naik 0,85%, menjadi salah satu dari sedikit titik terang yang membantu pasar mempersempit kerugiannya di akhir sesi.
Sumber: https://tuoitre.vn/chung-khoan-dut-chuoi-tang-8-tuan-lien-tiep-20260522155203771.htm








Komentar (0)