Teks dan foto oleh GIA LINH
Secara historis, Chengdu adalah ibu kota Kerajaan Shu di bawah Liu Bei selama periode Tiga Kerajaan. Di sini, Anda dapat mengagumi perpaduan harmonis antara tradisi dan modernitas, serta menikmati masakan Sichuan, salah satu dari enam aliran gastronomi Tiongkok yang khas. Nikmati pemandangan indah, kota-kota kuno, situs suci Buddha, dan benamkan diri Anda dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Anda akan mengerti mengapa Chengdu secara konsisten memegang gelar "Kota Terbahagia di Tiongkok" selama 15 tahun.

Negeri dengan pegunungan hijau yang rimbun dan perairan biru jernih.
Ungkapan "pegunungan dan perairan yang indah" secara akurat menggambarkan keindahan megah lanskap alam Chengdu. Di sinilah terletak surga duniawi Jiuzhaigou, Pegunungan Lingyun dengan patung Buddha duduk terbesar di dunia (tinggi 71 meter), yang diukir langsung di tebing Buddha Raksasa Leshan. Di kaki gunung terdapat pertemuan sungai Minjiang, Dadu, dan Qingyi. Gunung Qingcheng yang hijau juga merupakan salah satu tempat lahirnya Taoisme di Tiongkok. Dari Gunung Qingcheng, seseorang dapat melihat seluruh Dujiangyan, sebuah proyek konservasi air yang dibangun selama Dinasti Qin (256 SM). Hampir 2.000 tahun telah berlalu, tetapi proyek ini masih digunakan hingga saat ini, mengairi ribuan kilometer persegi lahan di Sichuan.
Saat Anda memikirkan Chengdu, Anda pasti memikirkan panda dan cagar panda terkenalnya. Di sini, Anda akan menemukan diri Anda dikelilingi oleh hutan bambu hijau subur yang membentang lebih dari 4.000 meter persegi, yang dirancang untuk menciptakan lingkungan paling alami bagi panda. Panda sama lincahnya di film seperti di kehidupan nyata – bahkan lebih menggemaskan!

Jika Anda penggemar novel Jin Yong dan menganut Buddhisme, Gunung Emei, salah satu dari empat situs suci Buddha terkenal di Tiongkok, akan menjadi tujuan yang ideal. Jika Anda ingin menikmati keindahan kuno, Anda dapat mengunjungi Kuil Lingyan di dekat Dujiangyan atau Kota Tua Huanglongxi – yang telah ada selama lebih dari 1.500 tahun. Di dalam kota tua ini terdapat tiga kuil kuno: Kuil Gulong, Kuil Zhenjiang, dan Kuil Chaoyin. Selain itu, enam pohon beringin kuno, berusia lebih dari 800 tahun, dengan akar yang saling berjalin dan kanopi yang lebat, semakin menambah suasana kuno dan khidmat tempat tersebut.
Kota terbahagia di Tiongkok
Setiap orang memiliki definisi sendiri tentang tempat yang membawa kebahagiaan. Bagi saya, lingkungan hidup yang hijau merupakan faktor penting dalam menilai tingkat kebahagiaan suatu kota, dan Chengdu telah melakukannya dengan sangat baik dalam hal ini. Kesan saya tentang Chengdu adalah kota yang penuh taman, ketenangan, dan kenyamanan. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini telah membangun lebih dari 1.000 taman dengan berbagai ukuran dan menerapkan puluhan ribu proyek penghijauan, menyediakan suasana yang bersih dan segar bagi penduduknya. Sistem fasilitas umum juga terencana dengan baik, dengan rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan serta hiburan yang berada dalam jarak 15 menit berkendara dari setiap area perumahan. Berjalan-jalan di jalanan Chengdu, mengamati orang-orang yang berlalu lalang, saya merasakan semangat optimis, berpikiran terbuka, dan energik dari penduduknya. Chengdu juga telah menerapkan bus ramah lansia di daerah padat penduduk. Kendaraan tersebut dilengkapi dengan "kotak harta karun" yang berisi kaca pembesar, masker wajah, dan obat-obatan umum untuk para lansia.

Chengdu mempesona dalam detail-detail kecilnya, penuh kejutan. Saya bisa menghabiskan seharian berjalan-jalan dan menikmati perpaduan antara yang lama dan yang baru di Jalan Tua Jinli, Kuil Wuhou, pondok beratap jerami Du Fu, Lapangan Tianfu, dan gang-gang yang lebar dan sempit. Ketika kaki saya lelah, saya akan berhenti untuk menikmati secangkir teh panas yang harum. Kemudian saya akan menikmati opera Sichuan dan pertunjukan perubahan wajah yang terkenal. Ketika saya ingin bersantai dan menikmati momen, saya akan mengunjungi Toko Buku Fangsuo atau Paviliun Zhongshu seluas hampir 1.000 meter persegi, yang arsitekturnya terinspirasi oleh sistem irigasi Dujiangyan. Kenikmatan yang sangat menarik saat mengunjungi Chengdu adalah menikmati esensi masakan Sichuan. Mulai dari makanan jalanan seperti mi dandan, hot pot berisi tiga puluh enam jenis makanan, dan katak asin, hingga pengalaman bersantap mewah di restoran seperti Shuyanfu atau Anshunqiao.
Satu kunjungan ke Chengdu tidak cukup untuk sepenuhnya menghargai keindahannya. Sampai jumpa di tahun-tahun mendatang, ketika dedaunan emas pohon ginkgo menyelimuti langit atau salju pertama musim ini menyelimuti kuil-kuil kuno.
Vietnam Airlines menawarkan penerbangan langsung dari Hanoi ke Beijing; Hanoi/Ho Chi Minh City ke Shanghai; dan Hanoi/Ho Chi Minh City ke Guangzhou. Untuk mencapai Chengdu dari Beijing atau Shanghai, Anda dapat menggunakan kereta cepat atau penerbangan domestik, yang memakan waktu antara 3 hingga 7 jam.
Lihat artikel lainnya dalam kategori yang sama:
- Shanghai – Titik pertemuan antara sejarah dan masa depan.
- Sungai Suci Misterius
- Datanglah ke Seoul untuk melihat lukisan dan… membaca buku.
Sumber: https://heritagevietnamairlines.com/co-mot-thanh-pho-hanh-phuc-mang-ten-thanh-do/






Komentar (0)