
Tulang bukanlah struktur statis, melainkan jaringan hidup yang terus beregenerasi sepanjang hidup. Oleh karena itu, pilihan nutrisi dan gaya hidup saat ini dapat secara langsung memengaruhi kesehatan tulang selama bertahun-tahun mendatang. - Gambar: AI
Menurut para ahli nutrisi, perawatan tulang tidak seharusnya menunggu hingga osteoporosis atau nyeri sendi terjadi. Menjaga pola makan seimbang dan menyediakan nutrisi penting yang cukup sejak usia dini merupakan fondasi penting untuk perlindungan jangka panjang sistem muskuloskeletal.
Bagaimana vitamin D dan kalsium bekerja bersama untuk melindungi tulang?
Kalsium adalah mineral utama yang membentuk tulang dan gigi, sedangkan vitamin D berperan dalam membantu tubuh menyerap dan memanfaatkan kalsium secara efektif.
Menurut ahli nutrisi Amerika, Jessica Cording, vitamin D membantu meningkatkan penyerapan kalsium di usus. Ketika tubuh kekurangan vitamin D, jumlah kalsium yang diserap dari makanan menurun secara signifikan, bahkan jika diet tersebut mengandung banyak kalsium.
Untuk mempertahankan fungsi-fungsi penting seperti kontraksi otot, transmisi saraf, pembekuan darah, dan pengaturan hormon, tubuh terpaksa memobilisasi cadangan kalsium di tulang jika pasokan dari makanan tidak mencukupi. Seiring waktu, proses ini dapat menurunkan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis.
Jika tersedia dalam jumlah yang cukup, vitamin D dan kalsium sama-sama berperan dalam proses remineralisasi tulang.
Kalsium menyediakan bahan pembangun untuk jaringan tulang, sementara vitamin D membantu mengatur keseimbangan kalsium dan fosfor dalam tubuh, memfasilitasi integrasi mineral-mineral ini ke dalam struktur tulang. Hal ini memungkinkan sistem kerangka untuk mempertahankan kekuatan dan kapasitas menahan bebannya dari waktu ke waktu.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dan kalsium secara bersamaan dikaitkan dengan kepadatan mineral tulang yang lebih tinggi dan risiko patah tulang yang lebih rendah, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Beberapa bukti juga mencatat bahwa kombinasi ini membantu mengurangi risiko patah tulang pinggul osteoporosis pada wanita.
Bagaimana cara kita mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium secara efektif?
Menurut rekomendasi nutrisi terkini, orang dewasa berusia 19 hingga 50 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium per hari. Kebutuhan ini meningkat menjadi 1.200 mg/hari untuk wanita berusia 51 tahun ke atas dan untuk orang berusia di atas 71 tahun secara umum. Untuk vitamin D, jumlah yang direkomendasikan adalah 600 IU/hari untuk mereka yang berusia 19 hingga 70 tahun dan 800 IU/hari untuk lansia.
Para ahli menekankan bahwa tidak perlu mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D dalam satu kali makan. Yang penting adalah menjaga suplementasi yang memadai dan konsisten dalam jangka panjang agar tubuh memiliki cukup nutrisi untuk mendukung regenerasi tulang.
Kalsium banyak terdapat dalam susu, yogurt, keju, sarden, salmon utuh bertulang, kale, brokoli, dan produk yang diperkaya kalsium. Sementara itu, vitamin D dapat ditemukan dalam salmon, hati sapi, kuning telur, dan beberapa susu atau sereal yang diperkaya.
Selain nutrisi, para ahli merekomendasikan untuk menjaga aktivitas fisik secara teratur melalui aktivitas yang melibatkan beban tubuh seperti berjalan kaki, menaiki tangga, menari, atau latihan kekuatan. Latihan-latihan ini membantu merangsang pembentukan jaringan tulang baru dan mempertahankan massa otot, sehingga mendukung kesehatan tulang secara keseluruhan.
Selain itu, paparan sinar matahari dalam jumlah sedang membantu tubuh mensintesis vitamin D. Namun, kemampuan ini dipengaruhi oleh usia, warna kulit, kondisi cuaca, dan kebiasaan penggunaan tabir surya, sehingga sinar matahari hanya boleh dianggap sebagai suplemen, bukan pengganti sepenuhnya, untuk diet seimbang.
Para ahli percaya bahwa fondasi sistem kerangka yang sehat tetaplah pola makan yang bervariasi dan kaya nutrisi, dikombinasikan dengan gaya hidup aktif dan suplementasi vitamin D dan kalsium yang cukup bila diperlukan. Ini adalah faktor-faktor penting dalam menjaga mobilitas, mengurangi risiko osteoporosis, dan meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.
Sumber: https://tuoitre.vn/co-nen-bo-sung-vitamin-d-va-canxi-cung-mot-luc-20260522232548658.htm








Komentar (0)