Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Apakah ini hanya kebiasaan buruk?

Báo Thanh niênBáo Thanh niên14/11/2023


Menggigit kuku adalah kebiasaan buruk yang umum terjadi pada anak kecil, dan dalam beberapa kasus, bahkan dapat terjadi pada orang dewasa. Jika kebiasaan menggigit kuku seseorang menjadi lebih sering dan memengaruhi kesehatannya, apakah itu hanya kebiasaan buruk atau gejala dari semacam gangguan mental?

Pada tanggal 11 Oktober, Dr. Vo Thi Ngoc Thu, seorang spesialis Neurologi di Rumah Sakit Umum Internasional Nam Saigon, menyatakan bahwa kecanduan menggigit kuku dapat dianggap sebagai kebiasaan buruk atau perilaku menyakiti diri sendiri, yang sering terjadi ketika kita merasa bosan, stres, atau cemas. Jika menggigit kuku menjadi sering dan memengaruhi kehidupan sehari-hari, hal itu dianggap sebagai bentuk gangguan perilaku berulang yang berpusat pada tubuh (gangguan mental).

Gangguan perilaku berulang yang berfokus pada tubuh memiliki banyak penyebab, termasuk komplikasi gangguan kecemasan, stres, atau mungkin reaksi terhadap situasi yang bertentangan atau tekanan hidup. Gangguan ini juga dapat memiliki komponen genetik dan dapat terjadi bersamaan dengan gangguan mental lainnya seperti gangguan obsesif-kompulsif atau gangguan pengendalian konflik. Namun, kecanduan menggigit kuku tidak selalu terkait dengan gangguan mental.

Berikut beberapa tanda yang dapat membantu kita membedakan kebiasaan menggigit kuku dari gangguan mental:

Menggigit kuku : Kebiasaan ini sering terjadi ketika seseorang merasa stres atau cemas, dan mungkin merupakan kebiasaan sejak kecil. Menggigit kuku tidak menyebabkan gejala psikologis lain seperti depresi, insomnia, atau pikiran negatif.

Gangguan mental: Tanda-tanda yang dapat dikenali meliputi gangguan tidur, lesu, perubahan suasana hati, kecemasan berlebihan, dan pikiran negatif. Hal ini mungkin terkait dengan gangguan psikologis seperti gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kecemasan, atau gangguan afektif. Kebiasaan menggigit kuku akibat gangguan mental dapat berdampak buruk pada kualitas hidup dan membutuhkan perawatan.

Untuk menentukan penyebab pasti kecanduan menggigit kuku, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter di fasilitas medis untuk mendapatkan saran.

Nghiện cắn móng tay: Thói quen xấu hay biểu hiện rối loạn tâm thần - Ảnh 1.

Kebiasaan menggigit kuku dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada jari.

Dampak buruk menggigit kuku dan beberapa cara untuk mencegahnya.

Kebiasaan menggigit kuku dapat menyebabkan beberapa masalah jangka pendek, termasuk masalah gigi seperti gigi bengkok atau patah, dan infeksi jamur kuku. Masalah mulut meliputi nyeri rahang dan cedera jaringan lunak, infeksi kulit, dan kerusakan jaringan pada jari, kuku, dan kutikula. Selain itu, bakteri dan virus dapat bertahan hidup di permukaan kuku dan jari selama berjam-jam, sehingga memasukkan tangan ke mulut membuat tubuh terpapar virus yang menyebabkan pilek, flu, dan penyakit saluran pencernaan.

Banyak pengobatan rumahan yang dapat digunakan untuk membantu mencegah kebiasaan menggigit kuku, seperti menggunakan pelindung mulut, mengoleskan cat kuku rasa pahit, memotong kuku pendek, atau menggunakan metode tradisional dengan mengoleskan minyak pahit ke kuku. Cobalah mengenakan sarung tangan di malam hari atau saat sendirian untuk menghindari menggigit kuku. Alih-alih menggigit kuku, gantilah kebiasaan ini dengan mengunyah permen karet atau permen favorit Anda.

Jika Anda telah mencoba berbagai metode dan melakukan banyak upaya untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku tetapi tanpa hasil, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

.



Tautan sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Balap perahu

Balap perahu

di bawah naungan pohon kebahagiaan

di bawah naungan pohon kebahagiaan

Menghadap laut lepas

Menghadap laut lepas