Dengan penerapan model pemerintahan lokal dua tingkat secara nasional, dan tingkat komune menjadi titik kontak langsung untuk menerima dan menyelesaikan sebagian besar prosedur administratif, tuntutan rakyat mengharuskan badan-badan terpilih untuk melakukan penyesuaian yang tepat. Secara khusus, perlu ada hubungan yang lebih proaktif dan lebih dekat dengan masyarakat akar rumput, memastikan tidak ada celah dalam pengawasan atau kesenjangan antara pemerintah dan rakyat. Tujuannya adalah untuk secara efektif menerapkan motto "rakyat tahu, rakyat berdiskusi, rakyat bertindak, rakyat memeriksa, rakyat mengawasi, dan rakyat mendapat manfaat."
Di Kota Ho Chi Minh, sejak awal perannya sebagai Kepala Delegasi Majelis Nasional Kota Ho Chi Minh setelah penggabungan tiga wilayah, Anggota Majelis Nasional Nguyen Van Loi menunjukkan komitmen yang jelas terhadap keterlibatan. Ia langsung mengunjungi tingkat akar rumput, mensurvei kegiatan di beberapa kelurahan, dan mendengarkan pendapat warga dan pejabat lokal tentang kesulitan yang dihadapi pada awal penerapan model baru tersebut. "Kunjungan lapangan" ini tidak hanya membantu memahami situasi praktis tetapi juga meningkatkan konektivitas dan pengawasan berkelanjutan dari Majelis Nasional ke tingkat akar rumput, memastikan bahwa permintaan masyarakat diterima dan diselesaikan dengan cepat. Secara khusus, melalui survei dan pengawasan, Anggota Majelis Nasional mengusulkan solusi untuk reformasi prosedur administrasi, masalah kepegawaian, dan penyelesaian masalah praktis yang muncul dari sistem baru, yang berdampak positif pada operasional pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan peran para anggota parlemen dalam membangun pemerintahan yang dekat dan responsif terhadap rakyat.
Pada konferensi kemarin, para anggota Majelis Nasional memberikan banyak ide praktis, yang berfokus pada mempermudah akses ke layanan publik bagi warga dan pelaku usaha. Jadwal konsultasi warga secara berkala dengan cepat ditetapkan dengan tugas khusus untuk setiap anggota. Para anggota Majelis Nasional dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan wilayah dan daerah masing-masing, untuk memastikan hubungan yang teratur dan efektif dengan masyarakat.
Opini publik dan upaya komunikasi juga ditekankan, khususnya melalui koordinasi erat dengan kantor berita dan pers untuk menerima umpan balik dan saran dari pemilih serta memahami opini publik. Penguatan pengawasan pemerintah daerah, terutama pada isu-isu yang berkaitan erat dengan warga negara seperti prosedur pertanahan, pendaftaran usaha, sanksi pelanggaran lalu lintas, dan manajemen konstruksi, juga menjadi prioritas. Dalam konteks perluasan kewenangan daerah, konferensi tersebut menekankan akuntabilitas pemerintah setelah setiap kesimpulan pengawasan, memastikan bahwa rekomendasi anggota Majelis Nasional ditindaklanjuti secara menyeluruh.
Pengalaman Kota Ho Chi Minh menunjukkan bahwa anggota Majelis Nasional semakin proaktif dalam bekerja sama dengan pemerintah, mendengarkan pelaku bisnis dan warga untuk menyelesaikan hambatan dan menciptakan kondisi bagi pembangunan. Banyak anggota secara rutin hadir di lokasi-lokasi penting dan proyek-proyek yang tertunda, yang secara jelas menunjukkan peran mereka sebagai perwakilan kehendak dan aspirasi rakyat. Semangat ini tidak hanya terbatas di Kota Ho Chi Minh tetapi menyebar ke seluruh negeri, menciptakan gambaran yang dinamis tentang pergerakan badan-badan terpilih. Tentu saja, pergerakan awal ini masih menyisakan ruang untuk perbaikan dalam hasil akhirnya.
Namun, apa yang terjadi sekali lagi menegaskan bahwa badan-badan terpilih semakin memainkan peran pengawasan, mendorong penanganan yang lebih tepat waktu atas tuntutan rakyat yang sah dan beralasan. "Keterlibatan" yang kuat dari badan-badan terpilih, yang bergerak selaras dengan akar rumput dengan tindakan praktis untuk meningkatkan peran pengawasan mereka, bertujuan untuk melayani rakyat dengan lebih baik. Karena ketika suara rakyat didengar dan disampaikan sepenuhnya, aparatur pemerintah akan menjadi semakin efektif, efisien, lebih dekat dengan rakyat, dan melayani rakyat.
KIEU PHONG
Sumber: https://www.sggp.org.vn/co-quan-dan-cu-chuyen-dong-cung-co-so-post803908.html






Komentar (0)