Ketan fermentasi merupakan hidangan wajib dalam Festival Perahu Naga. Anggur beras ketan dikenal dapat mencegah banyak penyakit dan merangsang pencernaan.
Nasi ketan fermentasi - hidangan tradisional untuk Festival Perahu Naga di Vietnam. |
Menurut Dr. Nguyen Trong Hung, Kepala Departemen Pemeriksaan dan Konseling Gizi di Institut Gizi Nasional, penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa anggur beras ketan dapat mencegah banyak penyakit. Para peneliti melakukan studi pada pasien dengan alergi terhadap obat penurun tekanan darah dan menemukan bahwa anggur beras ketan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Para ahli melakukan penelitian pada dua kelompok pasien. Satu kelompok mengonsumsi obat tekanan darah, sementara kelompok lainnya mengonsumsi nasi ketan fermentasi. Kedua kelompok tersebut mengikuti program pengobatan yang melibatkan perubahan gaya hidup.
Studi tersebut menunjukkan bahwa setelah 12 minggu dan setelah 24 minggu, kadar kolesterol (termasuk kolesterol jahat dan kolesterol total) menurun secara signifikan pada kelompok yang mengonsumsi beras ketan hitam fermentasi.
Penelitian di seluruh dunia juga menunjukkan bahwa anggur beras ketan berpotensi untuk mencegah dan melawan kanker.
Arak beras ketan, baik yang terbuat dari beras ketan putih maupun ungu, merupakan makanan sekaligus minuman. Hidangan ini tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga merangsang nafsu makan dan membantu pencernaan.
Arak beras ketan yang dipadukan dengan yogurt juga merupakan hidangan yang baik untuk pencernaan dan disukai anak-anak.
Menurut ahli ini, beras ketan fermentasi mengandung kadar alkohol yang sangat rendah. Oleh karena itu, kemungkinan mabuk karena beras fermentasi hampir tidak ada. Hal ini karena saat membuat beras fermentasi, produsen hanya memfermentasikannya selama 3 hari, sedangkan anggur difermentasikan selama 7-10 hari. Semakin lama waktu fermentasi, semakin banyak gula yang diubah menjadi alkohol.
Selain itu, beras ketan sangat kaya akan zat besi. Oleh karena itu, mengonsumsi beras ketan ungu setiap hari dapat membantu mencegah penyakit kekurangan zat besi.
(BGĐT) - Pada pagi hari tanggal 22 Juni, Bapak Mai Son, Wakil Ketua Tetap Komite Rakyat Provinsi Bac Giang, menerima dan bekerja sama dengan delegasi KOL TikTok (kreator konten di platform TikTok). Hadir pula para pemimpin dari Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata; Persatuan Pemuda Provinsi Bac Giang; Kantor Komite Rakyat Provinsi; TikTok Vietnam; dan beberapa perusahaan.
(BGĐT) - Persatuan Pemuda Departemen Ilmu dan Teknologi Provinsi Bac Giang sedang mengembangkan model perbanyakan alpukat menggunakan metode pencangkokan di komune Bao Son (distrik Luc Nam). Metode baru ini membantu menciptakan sumber bibit yang baik, meningkatkan kualitas alpukat komersial, dan menghemat biaya bagi petani.
Menurut surat kabar Nhan Dan
Tautan sumber








Komentar (0)