Jalan desa bermandikan sinar matahari, bunga-bunga menghiasi jalan pulang.
Bunga kembang sepatu di antara pohon bambu
Angin berbisik melantunkan lagu pengantar tidur ibu, jiwa dari tanah air yang miskin.
Di kolam itu, bunga teratai mekar dari pagi hingga sore hari.
Lagu rakyat membangkitkan perasaan nostalgia, mengikat hati ke pantai.
Arus orang-orang mengalir seperti dalam mimpi.
Menunduk di samping asap yang mengepul dan dupa yang berjatuhan.
Sawah-sawah itu terombang-ambing oleh angin.
Tangan penabur menabur benih hijau, dan tumbuh tunas-tunas harum.
Ikatan penuh kasih sayang antara daratan dan pegunungan
Bengkel pandai besi, tempat tidur gantung... masih menyimpan aroma orang-orang.
| Kembali ke Kampung Halaman Paman Ho - Sebuah puisi karya Trinh Thi Phuong Thao |
Sumber: https://baothainguyen.vn/van-hoa/Tho/202505/con-ve-que-bac-d360b52/







Komentar (0)