
Tim peneliti menyusun matriks polimer untuk melapisi permukaan substrat kultur, menciptakan "lantai buatan" yang meniru lingkungan di dalam tubuh.
Pada platform ini, sel punca jaringan adiposa manusia (hADSCs) dikultur dalam struktur 3D, memungkinkan pertumbuhan yang lebih alami dan stabil dibandingkan dengan metode tradisional.
Sel punca yang berasal dari jaringan adiposa sangat dihargai karena kemudahan pengumpulannya, kapasitas proliferatif yang baik, dan risiko penolakan imun yang rendah. Namun, metode kultur dua dimensi (2D) seringkali menyebabkan penuaan sel yang cepat dan penurunan fungsi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel punca yang dikultur menggunakan platform ini memiliki potensi diferensiasi yang lebih baik, regulasi imun yang lebih efektif, dan tingkat kelangsungan hidup yang meningkat secara signifikan di dalam tubuh.
Studi ini menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk secara bersamaan meningkatkan fungsi dan efektivitas terapi sel punca melalui media kultur 3D.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/cong-nghe-nuoi-te-bao-goc-3d-post850708.html






Komentar (0)