![]() |
Pelatih De Zerbi mengumumkan bahwa ia akan membayar makanan Tottenham setiap minggu jika mereka menang. |
Pakar strategi asal Italia ini percaya bahwa masalah terbesar Spurs bukan terletak pada kemampuan teknis mereka, melainkan pada mentalitas mereka. Ia melihat gambaran yang familiar yang telah menghantui tim nasional Inggris: para pemain kewalahan oleh tekanan hingga kehilangan jati diri.
Menurut De Zerbi, untuk menghindari degradasi, Tottenham perlu lebih kuat secara mental, lebih bersatu, dan percaya pada diri mereka sendiri.
"Kita tidak perlu memperbaiki gaya permainan kita. Yang penting adalah karakter, persatuan, dan kepercayaan pada klub," tegasnya menjelang pertandingan kandang melawan Brighton pada 18 April. Lawan mereka saat ini unggul 16 poin dari Spurs di klasemen liga.
Alih-alih memaksakan taktik kepada tim dalam waktu singkat yang tersisa, De Zerbi fokus mengurangi tekanan pada para pemainnya. Ia bahkan mengajak seluruh tim makan malam di London untuk menumbuhkan kekompakan. Yang menarik, De Zerbi mengumumkan bahwa ia akan membayar makan tim setiap minggu jika mereka menang.
Terlepas dari kepribadiannya yang terkenal dan temperamennya yang meledak-ledak, De Zerbi menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah para pemain. Namun, ia akan menyesuaikan gaya komunikasinya untuk membantu mereka mendapatkan kembali kepercayaan diri. Sementara banyak yang mengantisipasi degradasi mengejutkan bagi Spurs, De Zerbi melihatnya sebagai motivasi. Ia memahami bahwa Tottenham membutuhkan lebih dari sekadar taktik; yang mereka butuhkan adalah karakter.
Mengambil alih posisi pelatih di awal bulan setelah kepergian Igor Tudor, De Zerbi mewarisi tim yang sedang dalam krisis. Debutnya adalah kekalahan 0-1 melawan Sunderland, ditambah dengan cedera serius yang dialami Cristian Romero yang membuatnya absen hingga akhir musim. Spurs saat ini tertinggal dua poin dari zona aman.
Sumber: https://znews.vn/cu-hich-cho-tottenham-post1644577.html







Komentar (0)