
Foto: Rumah Sakit Umum Duc Giang
Rumah Sakit Umum Duc Giang ( Hanoi ) berhasil menyelamatkan nyawa seorang pasien pria berusia 71 tahun yang mengalami serangan jantung di luar rumah sakit dan berada dalam kondisi kritis.
Menurut dokter, pasien memiliki riwayat merokok selama bertahun-tahun. Sekitar satu jam sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami nyeri dada kiri yang hebat, kelelahan, sesak napas, dan keringat dingin. Keluarga menghubungi layanan darurat (115) untuk membawa pasien ke rumah sakit.
Namun, selama perjalanan, pasien tiba-tiba mengalami henti jantung. Petugas medis harus melakukan resusitasi jantung paru (CPR) di dalam ambulans selama sekitar 5 menit sebelum memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Duc Giang.
Di Unit Gawat Darurat, pasien didiagnosis mengalami henti jantung di luar rumah sakit, yang diduga disebabkan oleh infark miokard akut. Sistem siaga merah segera diaktifkan. Mengingat pasien tidak responsif terhadap tindakan resusitasi konvensional, tim Unit Perawatan Intensif dan Toksikologi segera memasang sistem oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) VA-ECMO untuk mempertahankan sirkulasi dan memastikan aliran darah ke organ vital.
Setelah hemodinamik stabil, pasien segera dipindahkan ke departemen kardiologi intervensi. Dokter berhasil melakukan trombektomi, angioplasti balon, dan memasang dua stent di lokasi arteri koroner yang tersumbat. Hasil pemeriksaan menunjukkan reperfusi aliran darah yang optimal.
Setelah intervensi tersebut, pasien terus menerima perawatan intensif di Unit Perawatan Intensif dan Toksikologi. Hanya dalam waktu 5 hari, pasien berhasil dilepas dari ECMO, selang endotrakeal dilepas, dan pasien pulih sepenuhnya tanpa gejala sisa neurologis yang diamati.
Menurut para dokter, keberhasilan kasus ini menunjukkan efektivitas penggabungan resusitasi kardiopulmoner tingkat lanjut, ECMO, dan intervensi koroner darurat dalam pengobatan infark miokard dengan henti jantung.
Sumber: https://vtv.vn/cuu-song-benh-nhan-ngung-tim-nho-ecmo-100260531110554162.htm









Komentar (0)