Tak lama kemudian, pengunggah mengakui bahwa gambar tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Kisah ini sekali lagi menimbulkan kekhawatiran tentang semakin meluasnya penetrasi konten yang dihasilkan AI ke dalam kehidupan sehari-hari.
Baru-baru ini, internet telah menyaksikan serangkaian insiden serupa: mulai dari gambar dan video yang dihasilkan AI yang melebih-lebihkan kerusakan akibat banjir di Vietnam Tengah pada akhir tahun 2025, hingga gambar yang dihasilkan AI yang menggambarkan seorang pria pingsan di sebuah SPBU pada bulan April tahun ini di tengah fluktuasi harga bahan bakar, atau gambar yang dihasilkan AI tentang dua korban dalam kebakaran mobil di Da Nang pada awal Mei. Yang mengkhawatirkan, banyak pengguna media sosial dengan cepat membagikan gambar-gambar ini sebelum mempertanyakan keasliannya, dengan beberapa kasus mencapai ratusan ribu kali dibagikan, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi penyebaran informasi palsu yang dirancang untuk menarik perhatian.
Saat ini, alat AI secara bertahap menjadi hal yang umum dan mudah diakses; bahkan pengguna tanpa keterampilan teknis pun dapat membuat gambar dan video yang canggih hanya dengan beberapa perintah. Pada saat yang sama, algoritma platform media sosial telah lama dioptimalkan untuk mempertahankan pengguna, yang menyukai konten yang membangkitkan emosi kuat, rasa ingin tahu, atau kemarahan. Sinergi ini menyebabkan berita sensasional muncul lebih sering di halaman utama, menarik lebih banyak perhatian dan menyebabkan pembagian bahkan sebelum diverifikasi.
Di era digital, mengendalikan informasi bukan hanya tanggung jawab pihak berwenang, tetapi setiap pengguna media sosial perlu sadar diri dan mengembangkan refleks yang diperlukan saat memantau dan menerima sejumlah besar informasi daring. Kehati-hatian dan kewaspadaan, kesadaran setiap individu, akan berkontribusi untuk mengurangi penyebaran berita palsu di internet. Oleh karena itu, memverifikasi konten sebelum memutuskan untuk membagikannya menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/dung-mot-nhip-truc-khi-chia-se-post855342.html









Komentar (0)