
Survei arkeologi dilaksanakan sesuai dengan Keputusan No. 751/QD-BVHTTDL, dari tanggal 20 April hingga 20 Mei 2025, dengan luas area yang diizinkan sebesar 8m², terdiri dari 3 lubang penggalian (H1: 2m², H2: 2m², H3: 4m²).
Situs arkeologi gua Ta Dung adalah gua sekunder, terbentuk oleh erosi lateral air, sangat berbeda dari gua vulkanik Krong No. Gua ini berbentuk mulut katak, dengan pintu masuk selebar sekitar 16m, kedalaman 3–8m, dan tinggi 0,5–5m.

Situs ini ditemukan pada tahun 2023 oleh MSc. Vu Tien Duc, PhD. La The Phuc dan rekan-rekannya. Beberapa hasil penelitian awal telah dipublikasikan pada Konferensi Arkeologi Nasional 2024 dan di jurnal-jurnal khusus.

Tujuan survei ini meliputi penentuan cakupan, usia, dan sifat situs, pengumpulan artefak untuk keperluan penelitian dan pameran, serta memandu upaya konservasi untuk mempromosikan nilai warisan budaya dalam strategi pembangunan sosial -ekonomi lokal.

Tiga lubang penggalian terletak di posisi berbeda di dalam dan di sekitar gua. Proses penggalian mengikuti prosedur ilmiah secara ketat, termasuk pembagian grid, penggalian lapisan, penempatan artefak, dan pencatatan stratigrafi. Lubang 25.HTD.H1, yang terletak di tengah gua, digali hingga lapisan kelima, mengungkap beberapa artefak arkeologis seperti serpihan, bahan mentah, pecahan tembikar, dan abu arang. Sampel abu arang diambil untuk analisis penanggalan C14.

Lubang 25.HTD.H2 terletak di tepi luar gua, dengan kedalaman 0,9 m, dan terdiri dari 10 lapisan. Lapisan permukaan telah terganggu oleh aktivitas pertanian, tetapi lapisan budaya di bawahnya tetap relatif utuh. Lubang 25.HTD.H3 terletak di atas gua, mencapai lapisan ke-9. Lapisan budaya ini berisi jejak aktivitas manusia prasejarah.

Setelah penggalian, lubang H2 dan H3 sepenuhnya ditimbun, sedangkan lubang H1 dibiarkan di tempatnya untuk penelitian lebih lanjut. Artefak yang dikumpulkan dibawa ke laboratorium untuk diproses, dianalisis, dan dilaporkan sesuai dengan peraturan Undang-Undang tentang Warisan Budaya.

Setelah melakukan survei lapangan di lokasi penggalian, konferensi tersebut awalnya mencatat nilai arkeologis yang signifikan dari Gua Ta Dung. Hal ini membuka potensi untuk penelitian yang lebih mendalam di masa mendatang. Ini memberikan dasar ilmiah yang penting untuk mengembangkan rencana konservasi dan mempromosikan nilai situs tersebut, sekaligus berkontribusi untuk memperkaya sumber informasi sejarah dan budaya tentang kawasan Geopark Global UNESCO Dak Nong.
Sumber: https://baodaknong.vn/dak-nong-tham-do-khao-co-hang-ta-dung-251997.html






Komentar (0)