Indeks DXY, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama, turun hampir 2% pekan lalu dan ditutup di atas 98. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh kebijakan dan pernyataan perdagangan Presiden Trump yang keras, termasuk dorongannya untuk menaikkan tarif barang-barang dari Uni Eropa dan kritiknya terhadap kebijakan moneter Federal Reserve AS.
Kebijakan Presiden Trump menimbulkan kekhawatiran tentang dampak negatifnya terhadap perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi dunia. Kekhawatiran ini telah mendorong investor untuk menjual USD, yang memberikan tekanan besar pada mata uang tersebut. Dalam minggu mendatang, jika kekhawatiran perang dagang terus meningkat, indeks DXY kemungkinan akan mempertahankan tren penurunannya, dengan target berikutnya di bawah 97 dan bahkan 96 – level support jangka panjang yang kuat.
Investor global semakin berhati-hati karena intervensi politik dapat mengikis independensi The Fed dalam menetapkan suku bunga. Meningkatnya penghindaran risiko telah mendorong modal beralih ke aset safe haven seperti emas dan franc Swiss, yang semakin melemahkan dolar.
Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun merupakan faktor penting lainnya yang memengaruhi USD. Pekan lalu, imbal hasil naik tajam ke 4,63% di paruh pertama minggu ini, tetapi kemudian turun kembali, menghapus hampir semua kenaikan sebelumnya. Saat ini, imbal hasil berada di sekitar zona support 4,4-4,35%. Jika imbal hasil bertahan di atas zona ini, hal ini dapat memberikan sedikit dukungan bagi USD, membantu membatasi penurunan indeks DXY.
Euro (EUR) menunjukkan sinyal positif, memperkuat tekanan ke bawah pada USD. Pasangan EUR/USD telah pulih dengan kuat dari level terendah 1,1065, mempertahankan tren bullish secara keseluruhan. Level support saat ini untuk EUR/USD adalah 1,1250, 1,1170, dan 1,1090, sementara target berikutnya adalah area 1,14. Jika momentum kenaikan ini berlanjut, EUR/USD dapat mencapai area 1,15-1,16 dalam beberapa minggu mendatang. Penguatan euro tidak hanya disebabkan oleh faktor internal kawasan euro tetapi juga oleh melemahnya USD. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD dapat terus menguat minggu depan.
Di pasar domestik, pada awal sesi perdagangan tanggal 30 Juni, Bank Negara mengumumkan nilai tukar sentral Dong Vietnam terhadap USD sebesar 25.048 VND.
Nilai tukar acuan USD di kantor transaksi Bank Negara untuk pembelian dan penjualan ditetapkan sebesar: 23.846 VND - 26.250 VND.
Nilai tukar USD di bank komersial adalah sebagai berikut:
Vietcombank membeli 25.880 VND; menjual 26.270 VND
Vietinbank membeli 25.765 VND; menjual 26.275 VND
BIDV membeli 25.910 VND; menjual 26.270 VND
Sumber: https://baodaknong.vn/ty-gia-ngoai-te-hom-nay-30-6-chi-so-usd-index-dung-o-muc-97-25-268056.html
Komentar (0)