![]() |
Skenario yang sudah familiar sedang terulang di depan mata Arsenal. |
Pada malam tanggal 11 April, kekalahan Arsenal 1-2 melawan Bournemouth di putaran ke-32 Liga Premier tidak hanya membuat mereka kehilangan poin penting tetapi juga mengungkap masalah sistemik.
Ini adalah kekalahan keempat mereka di liga musim ini, dan sekali lagi, kekalahan itu terjadi pada waktu yang krusial di bulan April, periode di mana tim Mikel Arteta sering kehilangan konsistensi.
Arsenal memasuki pertandingan dengan sejumlah pemain yang absen. Bukayo Saka, Martin Odegaard, Jurrien Timber, Riccardo Calafiori, dan Mikel Merino semuanya absen karena cedera. Eberechi Eze kembali dari bangku cadangan, tetapi tidak mampu membuat perbedaan dalam tim yang tampil di bawah ekspektasi.
Bahkan para pemain yang turun ke lapangan pun menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Martin Zubimendi tampil kurang memuaskan, sementara seluruh tim kurang cepat dan akurat dalam situasi-situasi krusial. Melawan Bournemouth yang semakin menunjukkan performa bagus, Arsenal jelas kalah jauh.
Ini bukan hanya soal kebugaran fisik; faktor psikologis juga mulai muncul. Dalam tiga musim terakhir, Arsenal secara konsisten tersandung di tahap akhir musim. Kemenangan secara bertahap berubah menjadi hasil imbang, lalu menjadi kekalahan. Skenario yang familiar ini terulang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.
Di depan mata terbentang pertandingan krusial untuk seluruh musim. Arsenal akan menjamu Sporting di leg kedua perempat final Liga Champions dengan keunggulan tipis, sebelum bertandang ke Etihad pada 19 April untuk pertandingan yang dapat menentukan perebutan gelar juara.
Meskipun mereka masih memegang nasib mereka sendiri, semua tanda saat ini tidak menguntungkan Arsenal. Jika mereka tidak melakukan penyesuaian tepat waktu, tim Arteta bisa menghadapi salah satu kemerosotan paling disayangkan dalam sejarah Premier League.
Sumber: https://znews.vn/dau-hieu-cho-su-sup-do-cua-arsenal-post1643047.html







Komentar (0)