Nyeri punggung yang terus-menerus dapat mengindikasikan kanker ginjal.
Baru-baru ini, dokter di Rumah Sakit An Binh menerima seorang pasien pria, TVH (45 tahun, berdomisili di Kota Ho Chi Minh), yang datang untuk pemeriksaan karena nyeri tumpul yang terus-menerus di punggung bawah sebelah kanan selama dua bulan.
Menurut pasien, awalnya ia mengira hanya mengalami nyeri otot atau ketidaknyamanan akibat pekerjaan berat atau postur tubuh yang buruk, sehingga ia membeli obat penghilang rasa sakit untuk diminum di rumah. Namun, rasa sakitnya tidak kunjung reda malah semakin sering muncul.
- Nyeri punggung yang terus-menerus dapat mengindikasikan kanker ginjal.
- Kanker ginjal seringkali berkembang tanpa gejala.
- Mengapa kanker ginjal berbahaya?
- Metode untuk mendeteksi kanker ginjal
- Siapa yang berisiko tinggi terkena kanker ginjal?
- Saran dokter
Setelah pemeriksaan, dokter memerintahkan pemeriksaan USG dan CT scan perut. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien memiliki tumor ginjal berukuran sekitar 3 cm. Untungnya, tumor tersebut masih terbatas di dalam kapsul ginjal dan belum menginvasi atau bermetastasis ke organ-organ di sekitarnya. Pasien didiagnosis menderita kanker ginjal stadium awal.
Menurut ahli urologi, ini adalah tahap "emas" untuk pengobatan, karena peluang kesembuhan total sangat tinggi jika dideteksi sejak dini.
Dalam kasus Tn. H., para dokter berkonsultasi dan memutuskan untuk melakukan nefrektomi parsial laparoskopi, yang juga dikenal sebagai operasi konservasi ginjal. Metode ini hanya mengangkat tumor dan sebagian jaringan sehat di sekitarnya, sambil mempertahankan sebanyak mungkin parenkim ginjal yang sehat untuk menjaga fungsi ekskresi di masa mendatang.
Menurut para dokter, ini adalah teknik yang sulit dan membutuhkan ahli bedah yang sangat berpengalaman. Selama operasi, dokter harus mengendalikan pembuluh darah ginjal, mengangkat tumor, dan menjahit parenkim ginjal dalam waktu singkat, biasanya kurang dari 30 menit, untuk meminimalkan risiko kerusakan ginjal akibat iskemia. Empat hari setelah operasi, kesehatan pasien pulih dengan baik, fungsi ginjal stabil, dan mereka diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Para dokter melakukan nefrektomi parsial laparoskopi pada pasien penderita kanker ginjal.
Kanker ginjal seringkali berkembang tanpa gejala.
Menurut Dr. Nguyen Minh Duat, Kepala Unit Urologi di Rumah Sakit An Binh, nyeri punggung yang disebabkan oleh kanker ginjal biasanya tumpul dan menetap, memengaruhi satu sisi pinggang atau punggung bagian bawah.
Tidak seperti nyeri punggung mekanis pada umumnya—yang biasanya mereda dengan istirahat atau perubahan posisi—nyeri akibat tumor ginjal seringkali menetap, tidak bergantung pada posisi tubuh, dan cenderung memburuk seiring waktu. Saat tumor membesar, tekanan pada kapsul ginjal menyebabkan nyeri yang lebih hebat.
Perlu dicatat bahwa pada tahap awal, kanker ginjal jarang menunjukkan gejala yang parah. Banyak pasien hanya mengalami gejala yang samar, sehingga mereka meremehkan kondisi tersebut atau melakukan pengobatan sendiri di rumah.
Selain nyeri punggung yang terus-menerus, orang-orang juga perlu memperhatikan tanda-tanda berikut:
- Hematuria, yang mungkin terlihat dengan mata telanjang atau hanya dapat dideteksi melalui pengujian.
- Kelelahan terus-menerus yang tidak diketahui penyebabnya.
- Penurunan berat badan yang tidak biasa.
- Demam ringan yang terus-menerus.
- Anemia.
- Sensasi berat atau tekanan di punggung bawah dan pinggul.
Para dokter mengatakan bahwa dalam banyak kasus, kanker ginjal hanya ditemukan secara tidak sengaja selama pemeriksaan kesehatan rutin atau USG perut yang dilakukan untuk alasan lain.
Mengapa kanker ginjal berbahaya?
Kanker ginjal adalah salah satu penyakit ganas pada sistem kemih. Jika tidak terdeteksi sejak dini, sel kanker dapat menyerang bagian luar ginjal dan bermetastasis ke banyak organ seperti paru-paru, hati, tulang, atau otak.
Pada stadium lanjut, pengobatan menjadi lebih kompleks, dan pasien mungkin memerlukan kombinasi metode seperti pembedahan, terapi target, imunoterapi, atau terapi radiasi. Prognosis untuk bertahan hidup juga menurun secara signifikan dibandingkan dengan stadium awal.
Namun, jika terdeteksi saat tumor masih kecil dan belum bermetastasis, peluang kesembuhannya sangat tinggi. Dalam banyak kasus, hanya diperlukan operasi yang mempertahankan fungsi ginjal, tanpa perlu kemoterapi atau radioterapi tambahan.
Metode untuk mendeteksi kanker ginjal
Untuk mendiagnosis kanker ginjal, dokter mungkin akan memesan berbagai tes diagnostik.
Ultrasonografi perut sangat berharga dalam deteksi dini tumor ginjal, bahkan ketika pasien tidak menunjukkan gejala klinis. Dokter dapat menilai ukuran dan lokasi tumor, serta mendeteksi tanda-tanda invasi atau metastasis ke hati, kelenjar getah bening, atau pembuluh darah ginjal.
Pemindaian CT membantu menilai secara akurat karakteristik tumor, tingkat penyebarannya, dan membantu dalam penentuan stadium penyakit. Pemindaian CT merupakan alat penting dalam diagnosis dan perencanaan pengobatan kanker ginjal.
Pemeriksaan rontgen sistem kemih memberikan penilaian awal terhadap ginjal dan saluran kemih, serta mendeteksi kelainan seperti batu, kalsifikasi, atau kompresi pelvis ginjal.
Dalam beberapa kasus, pencitraan sinar-X dengan injeksi kontras juga memungkinkan penilaian fungsi ekskresi masing-masing ginjal.
Siapa yang berisiko tinggi terkena kanker ginjal?
Menurut para ahli, kelompok orang tertentu memiliki risiko lebih tinggi dari normal untuk terkena kanker ginjal, termasuk:
- Orang yang berusia di atas 55 tahun.
- Perokok berat.
- Orang gemuk.
- Orang dengan tekanan darah tinggi.
- Orang-orang dengan riwayat keluarga kanker ginjal.
- Orang-orang yang sering terpapar bahan kimia beracun seperti asbes.
- Penderita penyakit ginjal kronis.
Selain itu, gaya hidup tidak sehat dan kurangnya olahraga juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut.
Saran dokter
Dokter menyarankan masyarakat untuk menjaga pola makan sehat, cukup tidur, dan berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi kesehatan secara keseluruhan.
Secara khusus, pemeriksaan kesehatan rutin memainkan peran penting dalam deteksi dini kanker ginjal serta banyak penyakit berbahaya lainnya.
Orang yang berusia di atas 55 tahun atau termasuk dalam kelompok berisiko tinggi sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan setidaknya setiap 6 bulan hingga 1 tahun. Metode sederhana seperti USG perut, tes urine, dan tes darah dapat membantu mendeteksi kelainan sejak dini.
Selain itu, masyarakat perlu berhenti merokok, membatasi paparan bahan kimia berbahaya, menjaga berat badan yang sehat, dan meningkatkan aktivitas fisik.
Para ahli menekankan bahwa jika Anda mengalami nyeri punggung yang terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, terutama jika disertai dengan darah dalam urin, penurunan berat badan, atau kelelahan yang terus-menerus, Anda tidak boleh mengabaikannya tetapi harus segera mencari pertolongan medis . Semakin dini diagnosis, semakin tinggi peluang keberhasilan pengobatan.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/dau-lung-coi-chung-ung-thu-than-giai-doan-som-169260518071320085.htm







Komentar (0)