Ini adalah persyaratan standardisasi mendesak yang bertujuan untuk memodernisasi praktik manajemen, mempersingkat waktu pemrosesan prosedur administratif, dan berfungsi sebagai dasar utama bagi Hanoi untuk meninjau dan memanfaatkan sumber daya lahan strategis secara efektif, serta menciptakan sumber daya keuangan yang berkelanjutan untuk masa depan.
Bertekad untuk mencapai tujuan " benar - cukup - bersih - sehat"
Menurut statistik dari Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup, kota ini saat ini memiliki total 4,2 juta bidang tanah. Basis data lahan sedang dikembangkan untuk menghubungkan tiga blok informasi secara erat: data spasial, data atribut, dan catatan hasil pemindaian.
Berdasarkan hasil per 1 April 2026, data yang memenuhi kriteria "akurat - lengkap - bersih - aktif" telah berhasil menghubungkan ketiga blok informasi, mencapai 43% dari total jumlah bidang tanah, terutama tanah perumahan, dan mencatat peningkatan 4% dibandingkan minggu sebelumnya. Sistem ini beroperasi stabil pada platform perangkat lunak ViLIS 2024 yang ditingkatkan oleh Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup dan Departemen terkait, dengan infrastruktur yang berlokasi di Kantor Pendaftaran Tanah Hanoi. Data bersih ini awalnya telah dihubungkan dan dibagikan dengan Pusat Layanan Administrasi Publik, Pusat Data Bersama kota, dan otoritas pajak. Statistik per 18 Maret 2026 menunjukkan bahwa jumlah yang terkumpul ke dalam anggaran melalui portal layanan publik nasional telah mencapai lebih dari 2,817 miliar VND dari pajak penghasilan pribadi dan biaya pendaftaran.
Meskipun demikian, beban kerja untuk tahap akhir tetap besar, karena 37% dari bidang tanah hanya memiliki data spasial, termasuk 12% lahan permukiman dan 25% lahan pertanian dan lahan lainnya, yang masih diperiksa dan dikompilasi untuk integrasi atribut. Selain itu, 20% bidang tanah masih kekurangan data spasial, atribut, dan catatan yang dipindai, terutama terkonsentrasi pada kelompok lahan pertanian setelah konsolidasi lahan.

Untuk mencapai penyelesaian komprehensif pada tanggal 30 Juni 2026, Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup berfokus secara intensif pada pelaksanaan tugas secara mingguan dan bulanan. Dengan motto bahwa data akan dioperasikan segera setelah selesai, sumber informasi terstandarisasi ini akan dimanfaatkan dan dibagikan secara luas kepada departemen, sektor, dan daerah untuk mengurangi prosedur administratif dan mendorong ekonomi digital secara kuat.
Membangun landasan untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya dari dana lahan secara efektif.
Menurut para ahli, standardisasi data memberikan landasan yang kokoh bagi kota untuk secara akurat menentukan kebutuhan penggunaan lahan untuk periode 2026-2030 guna melayani sembilan tugas strategis, seperti proyek BT, pembangunan kembali perkotaan, pengembangan model transportasi umum TOD (Transit-Oriented Development), pembangunan kawasan industri, klaster, zona teknologi tinggi, dan pengembangan ruang hijau dengan tujuan "hutan di kota, kota di dalam hutan," sejalan dengan Rencana Tata Ruang Kota 100 Tahun.
Berdasarkan situasi dan orientasi perencanaan saat ini, kota telah mengembangkan rencana untuk memanfaatkan enam dana lahan dengan total luas 19.325 hektar, yang diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sekitar 1,5 triliun VND. Dana lahan strategis ini meliputi lahan dengan batas yang telah ditentukan seperti lahan yang dialokasikan untuk proyek BT, lahan yang berdekatan dengan Jalan Lingkar, dan proyek percontohan berdasarkan Resolusi 171, dengan total sekitar 7.532,5 hektar; lahan untuk lelang (sekitar 664 hektar); lahan untuk penawaran (sekitar 2.977 hektar); lahan untuk relokasi fasilitas produksi yang tidak sesuai dengan perencanaan (sekitar 197 hektar); lahan dari proyek non-anggaran yang perkembangannya lambat (sekitar 7.013 hektar); dan lahan dari sewa jangka pendek (sekitar 942 hektar).
Selain itu, sejumlah besar sumber daya diperkirakan akan ditambahkan dari konversi sekitar 3.000 hektar lahan kebun dan kolam yang berdekatan menjadi lahan perumahan, yang setara dengan pendapatan sekitar 450 triliun VND.
Antara tahun 2026 dan 2030, Hanoi berencana untuk mengembangkan sekitar 15.000 hektar lahan dari bidang tanah yang telah ditentukan batasnya, bidang tanah yang dilelang, dan proyek-proyek yang perkembangannya lambat, yang diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sekitar 800 triliun VND. Secara bersamaan, pemerintah juga berencana untuk mengembangkan sekitar 1.200 hektar lahan kebun dan kolam yang berdekatan, mengubahnya menjadi lahan perumahan, untuk menghasilkan pendapatan sekitar 200 triliun VND.
Pada tahun 2026 saja, pendapatan yang direncanakan dari lahan diperkirakan mencapai 150 triliun VND, jauh melebihi target awal sebesar 98 triliun VND yang ditetapkan oleh kota. Ke depan, dalam jangka panjang tahun 2030-2045 dan seterusnya, Hanoi akan terus mengembangkan 39.305 hektar lahan sesuai rencana, berdasarkan prinsip-prinsip yang teguh yaitu kepatuhan hukum, efisiensi, perlindungan lingkungan, dan pelestarian cadangan lahan bernilai tinggi untuk masa depan.
Sumber: https://hanoimoi.vn/day-nhanh-chuan-hoa-du-lieu-dat-dai-nen-tang-khoi-thong-nguon-luc-thu-do-1159027.html








Komentar (0)