![]() |
| Tingkatkan aktivitas fisik untuk mengontrol tekanan darah secara efektif. |
Selain mematuhi pengobatan sesuai resep dokter, Anda juga harus mengadopsi gaya hidup dan pola makan yang membantu mengontrol tekanan darah.
Berikut beberapa pengobatan alami yang telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan melindungi kesehatan kardiovaskular.
1. Tingkatkan aktivitas fisik dan olahraga yang sesuai.
Aktivitas fisik adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan tekanan darah. Selama berolahraga, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah beroksigen ke seluruh tubuh, menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Namun, setelah berolahraga, tekanan darah akan berangsur-angsur menurun dan stabil. Semakin cepat tekanan darah kembali ke tingkat istirahatnya, semakin sehat sistem kardiovaskular.
Olahraga teratur juga membantu mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, menjaga berat badan yang sehat, dan menurunkan risiko diabetes serta banyak penyakit kronis lainnya.
Bentuk olahraga yang direkomendasikan untuk penderita tekanan darah tinggi adalah olahraga aerobik intensitas sedang seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau senam aerobik. Olahraga ini sebaiknya dilakukan selama 30–60 menit per hari, atau setidaknya 150 menit per minggu.
2. Turunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas.
Kelebihan berat badan atau obesitas tidak hanya meningkatkan tekanan darah tetapi juga dikaitkan dengan banyak penyakit kronis seperti diabetes, dislipidemia, penyakit hati berlemak, penyakit ginjal, dan penyakit kardiovaskular.
Penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata, penurunan berat badan 1 kg dapat membantu menurunkan tekanan darah sekitar 1 mmHg. Oleh karena itu, penurunan berat badan yang sehat merupakan salah satu langkah penting untuk memperbaiki kadar tekanan darah.
Selain berat badan secara keseluruhan, lingkar pinggang juga merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Obesitas perut didefinisikan sebagai lingkar pinggang lebih dari 102 cm pada pria dan lebih dari 88 cm pada wanita. Namun, untuk orang Asia, menjaga lingkar pinggang di bawah 90 cm pada pria dan di bawah 80 cm pada wanita disarankan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Penurunan berat badan sebaiknya dicapai melalui diet sehat yang dikombinasikan dengan olahraga teratur. Jika perlu, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengembangkan rencana yang sesuai.
3. Kurangi asupan garam.
Saat ini, masyarakat Vietnam mengonsumsi garam hampir dua kali lipat dari jumlah yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO merekomendasikan agar setiap orang mengonsumsi kurang dari 5 gram garam per hari (sekitar satu sendok teh).
Mengonsumsi makanan asin menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air, meningkatkan volume sirkulasi dan memberi tekanan lebih pada dinding pembuluh darah. Bagi penderita hipertensi, asupan natrium harus dibatasi hingga tingkat optimal sekitar 1.500 mg/hari.
Penting untuk dicatat bahwa garam bukan hanya garam olahan; garam juga ditemukan dalam saus ikan, bumbu bubuk, kaldu instan, kecap, dan banyak bumbu lainnya. Selain itu, makanan olahan, makanan kalengan, makanan acar, makanan asap, dan makanan cepat saji juga mengandung natrium dalam jumlah yang sangat tinggi.
Membaca label nutrisi dengan saksama, memprioritaskan masakan rumahan, dan membatasi makan di luar adalah cara efektif untuk mengontrol asupan garam.
4. Terapkan pola makan sehat.
Diet DASH telah terbukti efektif dalam mengendalikan tekanan darah. Prinsip dasarnya meliputi: Meningkatkan asupan sayuran hijau, buah-buahan segar, dan biji-bijian utuh; Menggunakan susu dan produk susu rendah lemak; Membatasi lemak jenuh dan lemak trans; Memprioritaskan ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan; dan Minum cukup air setiap hari.
Secara khusus, perlu untuk mengonsumsi makanan yang kaya kalium (dengan target sekitar 3.500–5.000 mg/hari), karena kalium membantu tubuh membuang natrium dan mengurangi tekanan pada dinding pembuluh darah. Kalium banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau, brokoli, tomat, kentang, ubi jalar, pisang, jeruk, jeruk bali, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
5. Batasi konsumsi alkohol.
Meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa sedikit alkohol mungkin bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular, alkohol tidak dapat dianggap sebagai tindakan pencegahan. Bahkan, alkohol meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya.
Menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan, pria sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 3 unit standar alkohol per hari dan 14 unit per minggu; wanita sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 2 unit per hari dan 9 unit per minggu. Satu unit standar alkohol setara dengan 10 gram etanol, yang kira-kira setara dengan 330 ml bir, 120 ml anggur, atau 30 ml minuman beralkohol keras. Namun, bagi penderita tekanan darah tinggi, sebaiknya konsumsi alkohol diminimalkan atau dihindari.
6. Manajemen stres
Stres berkepanjangan menyebabkan tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres, yang mengakibatkan detak jantung lebih cepat dan tekanan darah lebih tinggi. Oleh karena itu, mengelola emosi merupakan faktor penting dalam mengendalikan tekanan darah.
Beberapa cara untuk mengurangi stres meliputi: berlatih yoga atau meditasi; berjalan-jalan di luar ruangan dan berlatih pernapasan dalam; mengatur pekerjaan Anda secara efektif dan menghindari multitasking; meluangkan waktu untuk hobi pribadi; bertemu dan berbicara dengan keluarga dan teman; dan mencari bantuan profesional jika stres berlanjut.
7. Tidurlah yang cukup.
Tekanan darah secara alami menurun selama tidur. Jika Anda tidak cukup tidur, tubuh Anda tidak memiliki cukup waktu untuk pulih, yang menyebabkan fluktuasi tekanan darah yang tidak normal.
Orang dewasa sebaiknya tidur 7–9 jam setiap malam. Untuk meningkatkan kualitas tidur, Anda sebaiknya: Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari; Hindari menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur; Jangan minum kopi atau teh setidaknya 6 jam sebelum tidur; Jangan makan terlalu dekat dengan waktu tidur; Jaga agar kamar tidur Anda tenang dan sejuk.
8. Hindari paparan dingin secara tiba-tiba.
Ketika tubuh terpapar suhu dingin secara tiba-tiba, pembuluh darah akan menyempit, menyebabkan tekanan darah meningkat dengan cepat, yang dapat mengakibatkan kejadian kardiovaskular yang berbahaya.
Penderita tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari mandi air dingin, terutama di malam hari. Saat cuaca dingin, penting untuk menjaga tubuh tetap hangat, terutama kepala, leher, dada, dan kaki. Di pagi hari, hindari keluar rumah saat cuaca dingin setelah bangun tidur.
Singkatnya: Pengobatan alami ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah perkembangan penyakit. Dalam banyak kasus, gaya hidup sehat juga dapat mengurangi jumlah obat yang dibutuhkan.
Namun, pasien tidak boleh berhenti minum obat atau mengubah dosis tanpa petunjuk dokter. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur, pemeriksaan berkala, dan skrining untuk komplikasi sangat penting.
Mengontrol tekanan darah bukan hanya tentang menyesuaikan satu angka; ini adalah proses melindungi jantung, otak, ginjal, dan seluruh sistem peredaran darah. Mengambil langkah proaktif hari ini adalah investasi paling efektif untuk kesehatan jangka panjang.
Sumber: https://baoquocte.vn/de-kiem-soat-huyet-ap-hieu-qua-361053.html








Komentar (0)