
Menurut guru Nguyen Phi Hung, ujian Sastra tahun ini sangat familiar, terdiri dari dua bagian: Pemahaman Bacaan (4,0 poin) dan Menulis (6,0 poin). Bagian Pemahaman Bacaan memiliki 5 pertanyaan yang mengeksplorasi teks yang diberikan, sedangkan bagian Menulis mengharuskan menulis paragraf 200 kata (pertanyaan 1) dan esai komentar sosial (pertanyaan 2).
Soal-soal dalam ujian tersebut sangat sesuai dengan isi dan tujuan pembelajaran kurikulum Sastra tahun 2018. Struktur dan format ujian juga serupa dengan ujian tahun sebelumnya. Persyaratan dalam setiap soal dinyatakan dengan jelas. Semua faktor ini sangat memudahkan para kandidat.
Secara spesifik, pada bagian pemahaman bacaan, teksnya adalah puisi bebas, dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah familiar tentang mengidentifikasi bentuk puisi, menemukan dan menjelaskan makna citra puitis, dan menganalisis efek perangkat retorika. Pertanyaan-pertanyaan ini semuanya sangat mendasar.
Pertanyaan terakhir adalah pertanyaan aplikasi, yang mengharuskan kandidat untuk secara jelas menyatakan sudut pandang mereka tentang opini yang berkaitan dengan isu dunia nyata. Dalam esai mereka, siswa perlu mengungkapkan pendapat mereka sendiri secara jelas, memberikan argumen dan bukti untuk memperjelas dan membuktikan sudut pandang mereka. Selain itu, penyajian harus ringkas, koheren, dan logis.


Bagian esai, yang mengharuskan analisis citra tokoh dalam sebuah puisi, adalah jenis pertanyaan yang sudah umum. Siswa perlu menyatakan dengan jelas karakteristik tokoh tersebut, ciri khas dalam seni pengembangan karakter, dan signifikansi tokoh tersebut bagi karya dan bagi pembaca.
Esai komentar sosial adalah jenis esai yang membahas masalah yang perlu dipecahkan, mengangkat isu membangun dan memelihara hubungan yang bermakna dan positif dalam kehidupan. Topiknya familiar, format esainya sederhana, dan instruksinya jelas. Ikuti saja struktur yang telah diajarkan guru Anda, dan Anda dapat mengerjakan ujian dengan baik.
Dalam ujian ini, pembedaan terletak pada ketelitian dan perhatian terhadap detail dalam penyajian, keterampilan menulis argumentatif, dan kemampuan untuk mengapresiasi karya sastra secara halus dan mendalam.


Sumber: https://daidoanket.vn/de-thi-ngu-van-de-tho-thi-sinh-tu-tin-du-thi-cac-mon-tiep-theo.html








Komentar (0)