Baru-baru ini, pada tanggal 24 Mei 2026, di provinsi An Giang , dua siswa lagi (kelas 8 dan 12) pergi memancing dan kemudian berenang di sebuah kolam. Karena tidak bisa berenang, mereka terseret arus dan tenggelam.
Sisi gelap kehidupan keluarga terus membunyikan alarm. Pada awal Mei 2026, Rumah Sakit Anak 1 (Kota Ho Chi Minh) berjuang mati-matian untuk menyelamatkan nyawa seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, NGK, yang dirawat dengan berbagai luka parah. Pelaku luka fatal pada anak yang tidak bersalah itu tidak lain adalah ibu kandungnya dan kekasihnya. Lebih memilukan lagi, di Hanoi , seorang gadis berusia 4 tahun meninggal dunia secara tragis setelah dipukuli dan dianiaya secara brutal. Polisi segera meluncurkan penyelidikan dan menahan para tersangka dengan tuduhan pembunuhan, tetapi masyarakat tetap sangat sedih dan dihantui oleh tragedi tersebut.
Perlindungan hukum dan kolaborasi komunitas.
Hak untuk hidup, perlindungan hidup, kesehatan, dan kehormatan anak-anak adalah hak yang dilindungi oleh hukum Vietnam melalui sistem dokumen hukum yang komprehensif.
Pasal 12 Undang-Undang tentang Anak tahun 2016 dengan jelas menyatakan: "Anak-anak berhak atas perlindungan hidup mereka dan dijamin kondisi hidup dan perkembangan sebaik mungkin." Pada saat yang sama, Undang-Undang tersebut juga secara khusus mengatur hak untuk bermain dan rekreasi yang sehat bagi anak-anak dalam Pasal 17. Untuk memastikan hak-hak ini diimplementasikan, Pasal 100 Undang-Undang tentang Anak tahun 2016 dengan jelas mendefinisikan tanggung jawab orang tua dan pengasuh dalam menciptakan lingkungan hidup yang aman dan mencegah kecelakaan dan cedera pada anak-anak. Secara paralel, Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pengendalian Kekerasan Dalam Rumah Tangga tahun 2022 juga dengan jelas menetapkan dalam Pasal 1 dan 2 tentang pencegahan dan penanganan tindakan yang disengaja yang membahayakan fisik dan mental antar anggota keluarga, terutama menekankan kelompok anak-anak yang rentan. Meskipun peraturan hukum sangat spesifik dan ketat, masih ada kesenjangan yang mengkhawatirkan dalam kenyataan, mulai dari kelalaian keluarga hingga keterlambatan dalam pemantauan dan intervensi oleh sistem perlindungan anak di tingkat akar rumput. Pasal 105 Undang-Undang tentang Anak Tahun 2016 menegaskan bahwa semua pelanggaran, tergantung pada sifat dan tingkat keparahannya, akan dikenakan tindakan disiplin, sanksi administratif, atau penuntutan pidana.
Menyusul insiden tenggelam yang tragis, pada tanggal 19 Mei 2026, Perdana Menteri mengeluarkan Arahan No. 40/CĐ-TTg yang mendesak kementerian, sektor, dan daerah untuk mengambil tindakan tegas dalam mencegah dan memerangi tenggelam. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mengeluarkan Surat Resmi No. 2095/BYT-BMTE pada tahun 2026 yang memandu pelaksanaan Bulan Aksi Anak 2026 dengan tema: “Anak-Anak yang Bahagia, Aman, dan Teguh di Era Digital.” Kata “keamanan” memiliki bobot yang sangat besar, mengingatkan kita untuk melindungi anak-anak secara komprehensif: keamanan di masyarakat, keamanan di dunia maya, dan keamanan mutlak di dalam rumah mereka sendiri.
Memastikan keselamatan dan kesehatan anak-anak membutuhkan upaya bersama dari seluruh masyarakat melalui tindakan nyata. Terkait risiko tenggelam, pemerintah daerah perlu segera memeriksa tepian sungai, kolam, danau, dan lubang konstruksi yang dalam untuk memasang rambu peringatan dan membangun pagar yang kokoh. Sektor pendidikan, berkoordinasi dengan asosiasi dan organisasi, harus menyelenggarakan kelas renang aman, mempopulerkan keterampilan berenang untuk bertahan hidup dan pertolongan pertama bagi siswa, dengan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak di daerah tepi sungai. Mengenai kekerasan dalam rumah tangga, pola pikir usang bahwa hukuman fisik adalah urusan pribadi harus dihilangkan. Lembaga penegak hukum, berkoordinasi dengan organisasi lokal, harus secara aktif dan proaktif memantau daerah tersebut untuk melakukan intervensi dan mengawasi keadaan khusus dengan risiko kekerasan yang tinggi. Setiap individu, dengan rasa tanggung jawab dan kasih sayang terhadap anak-anak, harus segera melaporkan setiap tindakan pelecehan anak kepada pihak berwenang atau menghubungi Hotline Nasional 111.
Melindungi anak-anak dari kecelakaan, cedera, dan kekerasan bukanlah sebuah kampanye, melainkan tanggung jawab hukum, kewajiban moral, dan masalah hati nurani bagi orang dewasa. Mari kita dengarkan anak-anak dengan hati kita dan lindungi mereka dengan tindakan nyata mulai hari ini, agar setiap hari mereka dapat hidup sepenuhnya dan damai dalam pelukan kasih sayang orang tua mereka.
Teks dan foto: PHI YEN
Sumber: https://baocantho.com.vn/de-tre-luon-duoc-bao-ve-trong-vong-tay-yeu-thuong-a206095.html








Komentar (0)