Kementerian Perindustrian dan Perdagangan baru saja menyerahkan rancangan resolusi kepada Pemerintah yang bertujuan untuk menghilangkan hambatan dalam mempercepat peluncuran bahan bakar bioetanol E10 secara nasional mulai 1 Juni.
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengusulkan untuk mengizinkan pedagang grosir minyak bumi untuk menyewa jasa pengujian dari unit yang berkualifikasi untuk memeriksa kualitas produk minyak bumi, alih-alih diharuskan berinvestasi dalam laboratorium pengujian mereka sendiri seperti yang berlaku saat ini.
Hal ini dipandang sebagai solusi penting untuk mengurangi biaya investasi awal bagi bisnis, terutama mengingat banyak organisasi melaporkan bahwa biaya membangun laboratorium pengujian dapat mencapai puluhan miliar VND.
Terkait penetapan harga, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengusulkan agar mereka dan Kementerian Keuangan berkoordinasi untuk menentukan unsur-unsur penyusun harga dasar bensin E10 guna mendukung manajemen pasar. Pada tahap awal, produk yang dipilih untuk pengumuman harga dasar adalah E10RON95-III.
Menurut mekanisme yang diusulkan, harga dasar bensin E10 akan dihitung berdasarkan harga pasar dunia bensin RON95, harga etanol bahan bakar (E100), dan biaya wajar lainnya untuk pencampuran, transportasi, penyimpanan, dan pengeluaran lainnya. Harga etanol bahan bakar akan ditentukan dan diumumkan oleh Kementerian Keuangan untuk dijadikan dasar perhitungan harga.
Secara spesifik, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menentukan harga bensin dunia berdasarkan harga perdagangan internasional rata-rata bensin RON95 antara dua periode penyesuaian harga. Biaya impor bensin dari luar negeri ke Vietnam, premi bisnis untuk bensin produksi dalam negeri, dan biaya transportasi dari kilang ke pelabuhan akan diterapkan menggunakan mekanisme yang sama seperti untuk bensin RON95-III. Sementara itu, margin keuntungan standar dan biaya bisnis standar akan diterapkan sesuai dengan tingkat bensin E5RON92.

Draf tersebut juga mewajibkan distributor utama untuk melaporkan secara lengkap, jujur, dan tepat waktu semua data yang berkaitan dengan etanol, rasio pencampuran, penerimaan, pengangkutan, penyimpanan, dan biaya kerugian, dll., untuk menentukan harga dasar bensin E10, dan bertanggung jawab secara hukum atas keakuratan data tersebut.
Poin penting lainnya dalam draf proposal tersebut adalah bahwa Pemerintah menugaskan Kementerian Keuangan untuk mempelajari penyesuaian pajak konsumsi khusus dan pajak perlindungan lingkungan guna menciptakan perbedaan harga yang cukup menarik antara bioetanol dan bahan bakar fosil. Hal ini dianggap sebagai faktor kunci dalam mendorong konsumen untuk beralih ke E10 dalam konteks sentimen pasar yang berhati-hati saat ini.
Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, tantangan terbesar saat ini bukan hanya terletak pada harga jual, tetapi juga pada pasokan etanol dan kapasitas pencampuran. Perhitungan menunjukkan bahwa jika E10 diterapkan secara nasional, permintaan etanol bahan bakar akan mencapai sekitar 92.000-100.000 m3 per bulan. Sementara itu, total produksi domestik E100 saat ini hanya mencapai sekitar 25.000 m3/bulan, dan kapasitas operasional aktual pabrik hanya sekitar 30-40% dari kapasitas desainnya.
Ini berarti Vietnam harus mengimpor sekitar 75.000 meter kubik etanol per bulan setidaknya selama satu tahun ke depan untuk menutupi kekurangan tersebut.
Meskipun demikian, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengakui bahwa jumlah etanol yang dibutuhkan untuk pencampuran pada tahap awal masih kurang sekitar 10.000 - 15.000 m3.
Dari segi infrastruktur, saat ini hanya tiga perusahaan yang telah mendapatkan lisensi untuk mencampur E10: Petrolimex, PVOIL, dan Saigon Petro, dengan total kapasitas sekitar 700.000 m3/bulan. Jika proyek-proyek yang menunggu lisensi selesai, total kapasitas pencampuran dapat meningkat menjadi lebih dari 1,15 juta m3/bulan.
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan meyakini bahwa penerbitan resolusi khusus saat ini diperlukan untuk "membuka sumber daya," menyelesaikan masalah teknis, pengujian, dan rantai pasokan dengan cepat, serta menghindari risiko kekurangan kapasitas pencampuran ketika seluruh pasar beralih menggunakan E10 mulai 1 Juni.
Sumber: https://tienphong.vn/de-xuat-co-che-tinh-gia-xang-e10-tu-ngay-16-post1844637.tpo








Komentar (0)