
V-folktriotisme – musik yang menyebarkan semangat patriotik – diprediksi akan menjadi salah satu tren baru dalam musik Vietnam pada tahun 2026.
Profesor Madya Dr. Nguyen Van Thang Long, kepala tim peneliti, menekankan: Tahun 2025 menandai transformasi spektakuler pasar musik dan industri budaya Vietnam. Ini bukan hanya peningkatan kuantitas tetapi juga lompatan luar biasa dalam kualitas. Ini termasuk acara-acara berskala besar nasional dan internasional yang memperingati 50 tahun Pembebasan Korea Selatan dan Reunifikasi Nasional, 80 tahun Hari Nasional, dan serangkaian pertunjukan internasional. Selain itu, para seniman Vietnam terus meraih prestasi yang mengesankan, menegaskan posisi dan pengaruh musik Vietnam yang semakin mendalam.
Laporan ini menyajikan angka-angka yang sangat mengesankan. Streaming musik diproyeksikan mencapai $27,54 juta pada tahun 2025. YouTube, TikTok, dan Spotify adalah tiga platform yang paling banyak digunakan. Menurut statistik, musik pop adalah genre paling populer di kalangan pendengar Vietnam (termasuk V-pop, K-pop, Pop AS-Inggris, C-Pop, dan J-Pop…), diikuti oleh balada, rap, R&B, dan EDM. Rata-rata, masyarakat Vietnam menghabiskan waktu antara 1 hingga kurang dari 2 jam untuk mendengarkan musik setiap hari. Pendengar Vietnam paling banyak menghabiskan uang untuk langganan musik di platform musik digital (71,7%), diikuti oleh acara langsung seperti konser, pertunjukan langsung, dan pertemuan penggemar (60,9%).
Laporan ini menyajikan banyak contoh yang menarik, seperti pasar musik Vietnam yang menegaskan kekuatannya dalam pertukaran dan koneksi dari tingkat domestik hingga internasional. "Konser nasional" dengan 25.000-50.000 penonton setiap malam, seperti "V Concert - Radiant Vietnam" atau "Homeland in My Heart," tidak hanya meningkatkan kualitas artistik tetapi juga menunjukkan meningkatnya permintaan akan hiburan modern yang terkait dengan semangat nasional. Secara internasional, artis Vietnam semakin banyak menjelajah dunia , seperti penyanyi My Linh yang meluncurkan "Hello Tour 2025" di Jepang, Duc Phuc yang memenangkan juara pertama di "Intervision 2025" di Rusia, dan Phuong My Chi yang meraih juara ketiga di "Sing! Asia 2025." Vietnam juga telah menjadi destinasi baru bagi artis internasional: "Übermensch world tour" G-Dragon dengan hampir 100.000 penonton, atau "Asia-Europe International New Music Festival 2025" dengan lebih dari 300 artis internasional…
Profesor Madya Dr. Nguyen Van Thang Long juga mencatat bahwa di balik gambaran yang dinamis ini terdapat tantangan dalam mengangkat industri musik ke tingkat yang baru. Untuk benar-benar bersaing dengan industri musik regional dan global, pasar menuntut profesionalisasi yang komprehensif, strategi pengembangan yang berkelanjutan, dan yang terpenting, pembentukan identitas V-Pop yang khas dan unik. "Sudah saatnya kita tidak hanya menyelenggarakan acara berskala besar, tetapi juga membangun industri budaya yang mendalam dan beridentitas," tegas Profesor Madya Dr. Nguyen Van Thang Long.
Komentar (0)