
Panggung Impian
Di bawah gemerlap lampu panggung final "Kontes Menyanyi Phượng Hồng" tahun ajaran 2025-2026, Phạm Hải Anh, seorang siswi dari SMA Kejuruan Nguyễn Trãi, dengan percaya diri membawakan lagu "Jalan di Depan" dengan tata panggung yang megah. Setelah penampilan tersebut, Hải Anh berbagi bahwa ia telah menghabiskan banyak minggu berlatih bersama guru dan teman-temannya untuk memberikan penampilan yang sesempurna mungkin.
Lebih dari sekadar kompetisi menyanyi, "Suara Phuong Hong" telah menjadi panggung pertama bagi banyak siswa untuk menguji kemampuan mereka di depan umum dan menemukan bakat mereka sendiri. Tahun ini, kompetisi tersebut menarik 255 video peserta dari siswa sekolah menengah dan pusat pelatihan kejuruan di seluruh kota. Dari babak penyisihan, panel juri memilih 60 penampilan untuk babak semi-final dan 30 kontestan unggulan untuk berkompetisi di babak final.
Selain menyelenggarakan kompetisi musik untuk siswa SMA, Persatuan Pemuda Kota Hai Phong juga telah mengadakan banyak kompetisi seni untuk anak-anak selama bertahun-tahun. Di antaranya, "Kontes Menyanyi Anak-Anak Hai Phong - Son Ca" adalah nama yang familiar bagi banyak generasi masyarakat di kota pelabuhan ini. Diselenggarakan selama lebih dari 30 tahun, kompetisi ini telah menjadi tempat pemb培养an penyanyi-penyanyi berbakat yang muncul dari gerakan pemuda kota. Banyak artis telah lahir dari platform ini, seperti Ngoc Huyen, Ha Minh Tien, dan Luu Hien Trinh.
Pada tahun ajaran 2025-2026, kompetisi ini menandai tahap perkembangan baru karena berlangsung dalam konteks penggabungan unit-unit di bawah Persatuan Pemuda Kota untuk membentuk Pusat Kebudayaan Pemuda Hai Phong . Skala kompetisi juga diperluas secara signifikan. Hanya lebih dari sebulan setelah diluncurkan, lebih dari 3.000 anak berpartisipasi dari tingkat akar rumput, dan 85 anak berhasil lolos ke babak final.
Nguyen Thi Hai Yen, seorang siswi dari Sekolah Menengah Dai Hop (Komune Tan Ky), pemenang hadiah pertama kompetisi tersebut, berbagi bahwa ia telah memiliki kecintaan pada musik sejak kecil. Sejak sekolah dasar, Hai Yen telah berpartisipasi dalam banyak kompetisi seni dan telah memenangkan beberapa penghargaan untuk kategori solo menyanyi anak-anak. "Setiap kali saya berdiri di atas panggung, saya semakin mencintai musik. Kompetisi seperti 'Son Ca' memberi saya lebih banyak motivasi untuk mengejar passion saya," kata Hai Yen.
Memelihara jiwa

Sementara musik membantu anak-anak mengekspresikan emosi mereka melalui melodi, melukis membuka ruang untuk kreativitas melalui warna dan imajinasi. Dalam beberapa tahun terakhir, kompetisi melukis yang diselenggarakan oleh Persatuan Pemuda Kota dan Pusat Kebudayaan Pemuda Kota semakin menarik banyak anak-anak.
Lomba melukis untuk tahun ajaran 2025-2026, dengan tema "Warna Tim yang Bersinar, Bendera Persatuan Pemuda yang Teguh," menarik 2.187 karya dari 350 sekolah di seluruh kota. Dari ribuan lukisan, panel juri memilih 138 karya terbaik untuk diberikan hadiah dan dipamerkan dalam sebuah pameran.
Aspek paling berharga dari taman bermain seni ini adalah cara anak-anak menceritakan kisah mereka melalui setiap goresan kuas. Beberapa anak menggambar gambar Presiden Ho Chi Minh bersama anak-anak lain, beberapa menirukan kegiatan Persatuan Pemuda, dan yang lainnya memilih tema tentang kota Hai Phong, yang berubah setiap hari.
Pada "Festival Seni Anak" dengan tema "Tanah dan Masyarakat Hai Phong," banyak lukisan mengejutkan para pengunjung dengan perspektifnya yang polos dan kaya emosi. Jembatan, pelabuhan, festival tradisional, dan kehidupan sehari-hari kota menjadi hidup melalui sapuan kuas anak-anak. Yang patut diperhatikan adalah lelang seni amal. Lukisan "Terus Melestarikan Jiwa Nasional Melalui Setiap Sapuan Kuas" karya Nguyen Minh Nguyet, seorang siswa dari Sekolah Dasar Dang Hai (Kelurahan Hai An), dilelang seharga 2,1 juta VND. Karya seni tersebut menyampaikan pesan tentang pelestarian nilai-nilai budaya tradisional melalui citra topeng papier-mâché tradisional dan hubungan antar generasi.
Melalui platform artistik ini, banyak orang tua mengenali bakat anak-anak mereka dan terus memberikan kesempatan untuk pengembangan mereka. Banyak anak, setelah berpartisipasi dalam kompetisi, melanjutkan studi lebih lanjut di bidang musik vokal, tari, seni rupa, atau menjadi tokoh kunci dalam bidang seni di sekolah mereka.
Menurut Bapak Nguyen Tien Manh, Wakil Sekretaris Persatuan Pemuda Kota dan Ketua Dewan Anak Kota, memelihara taman bermain berbasis bakat tidak hanya bertujuan untuk menemukan siswa berbakat tetapi juga berfokus pada pendidikan holistik. Bapak Manh menekankan bahwa hal terpenting adalah menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan, menumbuhkan emosi positif, dan membangun kepercayaan diri. Melalui kegiatan seni, banyak anak belajar semangat berbagi, kesadaran masyarakat, dan cinta yang lebih dalam terhadap tanah air mereka.
Perjalanan membina bakat-bakat muda di Hai Phong terus berlanjut berkat dedikasi Persatuan Pemuda, sekolah-sekolah, dan keluarga melalui berbagai kegiatan. Benih-benih artistik ini mungkin tidak akan menjadi seniman profesional di masa depan, tetapi mereka tentu tumbuh dengan penuh percaya diri, kreativitas, dan kecintaan terhadap kota tempat mereka tinggal.
PHUONG LINHSumber: https://baohaiphong.vn/nang-giac-mo-cua-tai-nang-tre-544114.html









Komentar (0)