1. Siklus kenaikan baru di pasar tembaga: Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) mencapai rekor tertinggi baru sebesar $13.187 per ton pada tanggal 6 Januari, memperpanjang kenaikan lebih dari 20% sejak pertengahan November 2025. Pendorong utamanya berasal dari masuknya pengiriman tembaga dalam jumlah besar ke AS karena kekhawatiran tentang tarif impor, yang menyebabkan harga di pasar tersebut jauh lebih tinggi daripada di seluruh dunia . Perbedaan ini menimbulkan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di wilayah lain dan sangat menarik modal spekulatif.
2. India: Raksasa baja menghadapi hukuman berat: Komisi Persaingan India (CCI) telah mengeluarkan kesimpulan awal, yang menetapkan bahwa perusahaan baja terkemuka termasuk JSW Steel, Tata Steel, SAIL, dan 25 perusahaan lainnya melanggar undang-undang antimonopoli melalui manipulasi harga. 56 eksekutif senior juga telah dimintai pertanggungjawaban secara pribadi. Ini adalah kasus penting di negara penghasil baja terbesar kedua di dunia, di mana JSW, Tata, dan SAIL bersama-sama menguasai lebih dari 40% pangsa pasar.

Kawat baja diproduksi di sebuah pabrik di Viramgam, India. Foto: AFP/VNA.
3. Industri Daur Ulang UE Khawatir dengan Pembelian Scrap ke Luar Negeri: Industri daur ulang aluminium Uni Eropa (UE) menghadapi paradoks karena scrap dibeli oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok, kemudian dilebur dan diekspor kembali ke UE sebagai produk jadi. Menurut Asosiasi Aluminium Eropa, situasi ini menyebabkan kekurangan 2 juta ton scrap per tahun, memaksa 15% kapasitas tungku daur ulang untuk ditutup. Hal ini mengancam industri senilai €40 miliar dan tujuan lingkungan blok tersebut.
4. AS: "Kebutuhan" energi AI mendorong biaya listrik naik sebesar $6,5 miliar: Ledakan kecerdasan buatan (AI) memberikan tekanan signifikan pada biaya energi di AS. Menurut laporan, pusat data saja telah menambah $6,5 miliar pada tagihan listrik nasional setelah lelang oleh operator jaringan PJM Interconnection. Hal ini karena kebutuhan komputasi dan pendinginan AI yang berkelanjutan memerlukan peningkatan infrastruktur jaringan yang mahal, dan biaya ini dibebankan kepada konsumen.
5. OECD Menyelesaikan Perjanjian Pembebasan Pajak Minimum Global untuk Perusahaan Multinasional AS: AS dan lebih dari 100 negara telah menyelesaikan perjanjian untuk memberikan pembebasan pajak minimum global sebesar 15% untuk perusahaan multinasional AS. Inisiatif ini, yang diluncurkan oleh OECD, dirancang untuk mencegah bisnis mengalihkan keuntungan ke surga pajak. Perjanjian baru ini akan mencegah negara lain memungut pajak tambahan atas keuntungan luar negeri perusahaan AS.
6. India melampaui China dan menjadi produsen beras terbesar di dunia: Menteri Pertanian India Shivraj Singh Chouhan mengumumkan bahwa negara tersebut secara resmi telah melampaui China dan menjadi produsen beras terbesar di dunia. Dengan demikian, produksi beras India untuk tahun tanam 2024-2025 mencapai 150,18 juta ton, dibandingkan dengan 145,28 juta ton milik China. Bapak Chouhan menyebut ini sebagai "pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya," menegaskan bahwa keberhasilan dalam mengembangkan varietas unggul telah membantu India bertransformasi dari negara yang kekurangan pangan menjadi pemasok global.
7. Nestlé Menarik Kembali Beberapa Batch Susu Formula Bayi Beba dan Alfamino di Jerman: Perusahaan makanan multinasional Nestlé telah mengumumkan penarikan kembali sebagai tindakan pencegahan terhadap beberapa batch susu formula bayi Beba dan Alfamino di pasar Jerman. Alasannya adalah kekhawatiran bahwa bahan dari pemasok mungkin mengandung racun Cereulid, yang berpotensi berbahaya bagi anak kecil. Nestlé menegaskan bahwa ini adalah tindakan untuk memastikan keamanan maksimal dan menyatakan bahwa belum ada laporan penyakit terkait.
8. Televisi tradisional menghadapi krisis di era streaming: Saham Versant Media Group anjlok lebih dari 13% pada hari pertama perdagangannya (5 Januari) setelah resmi berpisah dari Comcast. Perkembangan ini mencerminkan skeptisisme investor yang mendalam tentang masa depan model televisi kabel tradisional dalam menghadapi tekanan dari platform streaming. Sebaliknya, saham Comcast naik sekitar 1%, mencerminkan dukungan untuk strategi restrukturisasi, yang berfokus pada area pertumbuhan.
Sumber: https://baotintuc.vn/kinh-te/diem-tin-kinh-te-the-gioi-noi-bat-ngay-612026-20260106203905919.htm
Komentar (0)