Menurut Times of Israel, Roman Gofman secara resmi dilantik sebagai Direktur badan intelijen Mossad pada tanggal 2 Juni, sehingga mengakhiri kontroversi yang melingkupinya sejak pencalonannya oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada akhir tahun 2025.

"Tuan Gofman adalah orang yang mampu mengatasi rintangan apa pun. Tugas utamanya adalah terus menghadapi ancaman dari rezim Iran. Kami tidak akan pernah membiarkan Teheran memiliki senjata nuklir atau membahayakan keberadaan negara Yahudi," kata Netanyahu pada pelantikan Gofman.

Sementara itu, Gofman menegaskan bahwa kampanye militer Israel terhadap Iran dan pasukan sekutu Teheran dalam beberapa tahun terakhir telah secara signifikan mengubah situasi di kawasan tersebut.