Setelah lima malam babak kualifikasi yang diadakan dari akhir Mei hingga akhir Juni, Festival Kembang Api Internasional Da Nang (DIFF) 2026 telah mencatat banyak tanda positif bagi industri pariwisata lokal.
Menurut Panitia Penyelenggara, selama lima malam pertunjukan (30 Mei, 6 Juni, 13 Juni, 20 Juni, dan 27 Juni), Da Nang menyambut lebih dari 557.000 pengunjung yang menginap, meningkat 34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rata-rata, setiap malam tercatat lebih dari 100.000 pengunjung yang menginap, dengan malam kompetisi pada 27 Juni mencapai sekitar 117.400 – angka tertinggi sejak awal musim festival.


Seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung, tingkat hunian rata-rata akomodasi di seluruh kota mencapai lebih dari 70%, menunjukkan bahwa daya tarik DIFF tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa hari puncak tetapi meluas selama beberapa minggu, berkontribusi untuk menjaga arus pengunjung yang stabil selama musim wisata musim panas.
Hal ini dipandang sebagai pertanda positif bagi bisnis yang beroperasi di sektor akomodasi, perjalanan, transportasi, makanan dan minuman, serta hiburan, karena mereka akan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kapasitas bisnis mereka secara lebih efektif selama festival berlangsung.
Salah satu poin penting adalah komposisi pengunjung yang semakin beragam. Dari total lebih dari 557.000 pengunjung yang menginap, lebih dari 233.000 adalah wisatawan internasional, yang mewakili sekitar 42%. Pengunjung datang dari berbagai negara dan wilayah seperti India, Kazakhstan, Irlandia, Inggris Raya, Australia,Belanda , dan lain-lain.
Kelompok wisatawan ini memiliki daya beli yang relatif tinggi dan sering menggabungkan berbagai layanan seperti akomodasi, relaksasi, makan, dan pengalaman destinasi, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan bagi industri pariwisata.
Sementara itu, lebih dari 324.000 pengunjung domestik semakin menegaskan daya tarik DIFF bagi pasar domestik. Banyak keluarga dan kelompok anak muda memilih Da Nang sebagai tujuan akhir pekan mereka untuk menikmati kembang api sambil menggabungkan relaksasi dan menjelajahi produk wisata unik kota ini.

Tidak hanya area menonton di sepanjang Sungai Han, tetapi juga jalan-jalan pusat kota, restoran, hotel, kafe, marina... ramai pada malam-malam festival. Setelah pertunjukan kembang api, banyak wisatawan melanjutkan kunjungan ke destinasi terkenal seperti Bukit Ba Na, Pantai My Khe, Kota Tua Hoi An, atau Candi My Son, menciptakan beragam pengalaman untuk liburan mereka.
Menurut para ahli, daya tarik DIFF tidak hanya berasal dari pertunjukan kembang api, tetapi juga dari inovasi berkelanjutan dalam hal skala organisasi dan kualitas program.
Pada tahun 2026, DIFF dipilih oleh majalah perjalanan internasional Travel + Leisure sebagai salah satu dari 9 festival paling berharga untuk dinikmati di planet ini, yang berkontribusi pada peningkatan status acara tersebut di peta pariwisata dunia.
Sejak kompetisi kembang api internasional pertamanya pada tahun 2008, DIFF telah berkembang menjadi festival selama sebulan yang menampilkan banyak tim kembang api terkemuka dunia, bersama dengan pertunjukan seni, musik, dan teknologi berskala besar.
Meningkatnya daya tarik festival ini juga tercermin dalam permintaan tiket. Jika di masa lalu pengunjung sering memutuskan untuk datang mendekati tanggal acara, kini banyak yang merencanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Tahun ini, Panitia Penyelenggara harus membuka area menonton tambahan, A4, mulai dari malam kelima kompetisi untuk memenuhi peningkatan permintaan dari penonton.

Mayor Jenderal dan musisi Nguyen Duc Trinh, Presiden Asosiasi Musisi Vietnam dan anggota panel juri DIFF, berkomentar bahwa kompetisi tahun ini terus menegaskan posisi festival kembang api berstandar internasional.
Menurutnya, hal yang paling menonjol adalah semangat kreatif dari tim-tim yang berkompetisi, yang terus-menerus mencari ide-ide baru alih-alih mengulang kesuksesan sebelumnya, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas artistik setiap penampilan.
Dari perspektif internasional, Nadia Shakira Wong, CEO Global2000 dan Penasihat Juri DIFF, percaya bahwa yang membedakan DIFF dari banyak festival kembang api terkenal di seluruh dunia adalah bahwa setiap malam kompetisi disusun sebagai program artistik yang lengkap, menggabungkan musik, cahaya, unsur budaya, dan kembang api untuk menciptakan perjalanan emosional bagi penonton.

Dua tim yang akan bersaing memperebutkan kejuaraan DIFF 2026 telah diumumkan.
Dalam konteks perkembangan Da Nang sebagai kota acara dan festival, DIFF semakin menegaskan nilainya di luar lingkup kompetisi kembang api. Acara ini tidak hanya berkontribusi untuk mempromosikan citra destinasi tetapi juga menciptakan momentum untuk mendorong pertumbuhan layanan, merangsang pengeluaran, dan memperpanjang masa tinggal wisatawan.
Sesuai rencana, final DIFF 2026 akan berlangsung pada malam tanggal 11 Juli dengan kompetisi antara dua tim unggulan dari Tiongkok dan Portugal. Panitia Penyelenggara berharap ini akan menjadi puncak acara untuk mengakhiri musim festival yang sukses, sekaligus lebih mempromosikan pariwisata di Da Nang selama musim puncak liburan musim panas.
Sumber: https://baovanhoa.vn/du-lich/diff-2026-tao-luc-day-manh-me-cho-du-lich-da-nang-242690.html






