
Bapak Tran Minh Tap, Kepala Desa Thuan An, Komune Pulau Tam Hai, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 300 rumah tangga di daerah tersebut yang berprofesi sebagai penangkap ikan terbang, yang mencakup 70% dari total rumah tangga di desa tersebut. Profesi ini telah lama ada di daerah tersebut dan memberikan penghasilan yang signifikan bagi penduduk komune pulau. Setiap perahu memiliki 2 pekerja dan melaut dengan minimal 30 jaring, dan maksimal 90 jaring. Musim penangkapan ikan hanya berlangsung dari bulan Februari hingga Juni menurut kalender lunar, dengan setiap perahu menghasilkan pendapatan rata-rata 40-150 juta VND.
Tidak hanya di desa Thuan An (komune pulau Tam Hai), tetapi juga di banyak desa pesisir lainnya di komune Nui Thanh, Tam Anh, Tam Xuan, dan kelurahan Quang Phu, banyak nelayan yang mempraktikkan penangkapan ikan dengan jaring terapung. Bapak Ho Dinh Van, seorang nelayan dari desa Tan Phu, kelurahan Quang Phu, mengatakan bahwa ada dua jenis penangkapan ikan dengan jaring terapung: penangkapan di perairan dekat pantai (terumbu karang) dan di perairan lepas pantai, sekitar 10 mil laut dari pantai.

Terdapat banyak jenis ikan terbang, seperti ikan terbang karang, ikan terbang ulang-alik, ikan terbang biji nangka, ikan terbang bersayap kuning, ikan terbang hijau, ikan terbang besar, dan lain-lain. Ikan terbang merupakan makanan laut bergizi dengan rasa yang lezat dan banyak nutrisi. Daging ikannya berwarna putih dan lembut, dengan sedikit duri, dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan menarik seperti ikan terbang bakar, ikan terbang rebus dengan nangka muda, ikan terbang goreng dengan kunyit, dan lain-lain. Dan sejak lama, ikan terbang bakar telah menjadi makanan khas yang terkenal di Bien Ran, komune Nui Thanh dan Bai Ran Ha Loc, komune Tam Xuan.
Pada tahun 2026, setelah hampir setahun menerapkan model pemerintahan lokal dua tingkat, Komite Rakyat Komune Pulau Tam Hai menyelenggarakan sebuah acara unik: Festival Ikan Terbang di Desa Thuan An, rumah bagi tempat wisata nasional Ban Than - Hon Mang - Hon Dua dan juga daerah dengan tradisi penangkapan ikan terbang yang panjang. Festival ini menarik banyak perahu nelayan, nelayan lokal, dan banyak wisatawan yang datang untuk menikmati hidangan lezat yang terbuat dari ikan terbang.

Bapak Nguyen Tan Hung, Wakil Ketua Komite Rakyat Komune Tam Hai, mengatakan bahwa festival ikan terbang memiliki makna khusus bagi kehidupan spiritual dan mata pencaharian masyarakat setempat. Festival ini diselenggarakan tidak hanya untuk menghormati nilai-nilai budaya tradisional dan mengungkapkan rasa syukur kepada laut atas karunianya, tetapi juga untuk mempromosikan citra Tam Hai sebagai daerah dan masyarakat yang ramah, pekerja keras, dan murah hati. Melalui hal ini, festival tersebut berkontribusi pada peningkatan pariwisata dan pembangunan sosial ekonomi di daerah tersebut.
“Melalui festival unik ini, kami berharap dapat melestarikan dan mempromosikan keindahan budaya rakyat, membangkitkan kebanggaan terhadap tanah air, dan menumbuhkan semangat solidaritas di dalam masyarakat. Pada saat yang sama, kami bertujuan untuk melanjutkan tradisi ini di masa depan untuk mendidik generasi muda tentang praktik kerja tradisional dan pentingnya melindungi sumber daya perairan dan lingkungan laut,” ujar Bapak Hung.
Sumber: https://baodanang.vn/doc-dao-le-hoi-ca-chuon-3339132.html








Komentar (0)