Jalan Menuju Perbukitan Teh – Perjalanan Kembali ke Alam
Jalan berkabut menuju Bukit Teh Cau Dat di Dalat saat fajar. (Foto: Dikumpulkan)
Dari pusat kota Dalat , Anda akan menyusuri jalan raya nasional yang berkelok-kelok melewati perbukitan, desa, dan kebun buah. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 40-45 menit dengan sepeda motor atau mobil, membawa Anda menjauh dari hiruk pikuk kota menuju daratan yang diselimuti kabut pagi - tempat wisata bukit teh Cau Dat mulai terkuak bak film klasik.
Apa yang menarik dari Bukit Teh Cau Dat di Dalat?
Lautan awan yang bergulung-gulung di bawah cahaya fajar terlihat dari jembatan kayu pemburu awan Cau Dat. (Foto: Dikumpulkan)
Di tengah hamparan teh yang tak berujung, deretan teh yang ditata dengan cermat membentuk garis-garis lengkung yang lembut. Di pagi hari, lapisan kabut menyelimuti lanskap, menjadikannya seperti mimpi dalam dongeng. Berwisata ke Bukit Teh Cau Dat bukan hanya tentang wisata, tetapi juga kesempatan bagi Anda untuk merasakan ritme kehidupan alam dan masyarakat yang lambat di sini.
Destinasi wajib dalam perjalanan ini adalah jembatan kayu pemburu awan yang terkenal. Saat fajar menyingsing, matahari seakan terangkat dari lautan awan yang bergulung di cakrawala. Itulah momen ideal bagi Anda untuk merasakan pengalaman berburu awan di Cau Dat, sensasi seperti menyentuh langit.
Berburu Awan di Cau Dat – Menyentuh momen murni Dalat
"Berburu Awan" Cau Dat, momen magis perpaduan cahaya dan kabut pagi. (Foto: Dikumpulkan)
Bagi yang sudah ke sini sebelum pukul 6 pagi, akan sulit melupakan pemandangan awan yang menyelimuti bagaikan asap tipis di antara deretan teh hijau. Berdiri tinggi di atas, Anda akan merasa seperti tersesat di dunia lain, di mana waktu berhenti dan semua hiruk pikuk lenyap. Itulah sebabnya berburu awan Cau Dat selalu masuk dalam daftar pengalaman paling "berharga" saat menjelajahi Dalat .
Di area ini, para fotografer kerap mengabadikan momen keemasan ketika cahaya fajar bersinar menembus awan, memantul di dedaunan yang berembun. Perasaan di momen itu begitu sakral sekaligus magis, seolah menyaksikan ritual alam.
Kopi, angin, dan bukit teh – Pengalaman khas Dalat
Ruang bergaya Eropa di kafe kontainer dan kincir angin Cau Dat. (Foto: Koleksi)
Setelah puas berburu awan di Cau Dat , Anda bisa mampir ke kafe kontainer yang terletak di lokasi prima di tengah perbukitan teh. Di sini, secangkir kopi panas terasa lebih istimewa saat dinikmati di ruang 360 derajat yang dipenuhi pepohonan hijau, di mana setiap sudutnya merupakan karya seni. Tidak sulit bagi Anda untuk memahami mengapa wisata perbukitan teh Cau Dat menjadi destinasi favorit anak muda.
Selain itu, pemandangan kincir angin putih berlatar langit biru menciptakan nuansa tersesat di Belanda mini. Banyak pasangan memilih tempat ini untuk berfoto pernikahan, dan banyak wisatawan menyebutnya sebagai salah satu sudut "Eropa di jantung Dalat".
Tur Bukit Teh Cau Dat – Perjalanan Berharga untuk Setiap Musim
Musim hujan ringan di bulan Juni dan Juli menghadirkan nuansa segar di perbukitan teh Cau Dat di Dalat. (Foto: Dikumpulkan)
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari bulan Agustus hingga Desember, ketika kabut tebal dan langit kering, awan-awan berarak, dan sinar matahari mewarnai kebun teh menjadi keemasan. Namun, bahkan di bulan Juni dan Juli, bukit teh Cau Dat di Dalat masih memiliki keindahan uniknya sendiri. Saat ini, Dalat memasuki musim hujan ringan - hujan biasanya turun pada sore dan malam hari, membuat pagi hari tetap bersih, udara segar, dan warna hijau menyebar di lereng bukit.
Mereka yang gemar berwisata ke bukit teh Cau Dat musim ini akan dapat mengagumi keindahan "basah" yang emosional: daun teh berkilau di bawah lapisan kabut tipis, awan tipis seperti untaian sutra melayang di dekat bukit, menciptakan perasaan bahwa Anda tersesat di tanah legendaris.
Setiap langkah di Bukit Teh Cau Dat, Dalat, menghadirkan nuansa yang berbeda – terkadang damai bak lagu meditasi, terkadang semarak dengan tawa dan jepretan kamera yang tak henti-hentinya. Apa pun musimnya, berburu awan di Cau Dat selalu punya cara untuk membuat orang ingin kembali. Baik Anda datang sendiri, bersama kekasih, atau bersama teman-teman, pengalaman di sini selalu menjadi kenangan tak terlupakan saat menyebut wisata Bukit Teh Cau Dat.
Berwisata ke Bukit Teh Cau Dat bukan hanya sekadar wisata, berburu awan, atau berfoto, tetapi juga cara untuk menikmati kedamaian dan kesegaran alam dataran tinggi. Jika Anda berencana mengunjungi Dalat, jangan lewatkan pengalaman unik ini!
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/doi-che-cau-dat-da-lat-dia-diem-du-lich-san-may-v17339.aspx
Komentar (0)