Fenerbahce kehilangan kemenangan di waktu tambahan. Foto: Reuters . |
Bermain tandang, Kayserispor secara mengejutkan unggul di menit ke-7 berkat gol dari Ramazan Civelek. Namun, Fenerbahce membalas dengan kuat dan di menit ke-36, Anderson Talisca mencetak gol peny equalizer, membuat skor menjadi 1-1 untuk tim asuhan Jose Mourinho.
Hanya tiga menit memasuki babak kedua, Fenerbahce mengalami kemunduran ketika kiper Dominik Livakovic secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri, memberi Kayserispor keunggulan 2-1. Namun, semangat juang Fenerbahce terlihat jelas sepanjang sisa pertandingan. Allan Saint-Maximin mencetak gol peny equalizer pada menit ke-64, dan kemudian Talisca mencetak dua gol pada menit ke-79, membawa tim tuan rumah unggul 3-2.
Tampaknya Fenerbahce akan mempertahankan keunggulan ini, tetapi kejutan terjadi pada menit ke-4 waktu tambahan ketika Talha Sariarslan mencetak gol peny equalizer untuk Kayserispor, membuat skor menjadi 3-3 dan menyebabkan Fenerbahce kehilangan dua poin berharga.
Hasil imbang ini memungkinkan pemimpin klasemen Galatasaray untuk memperluas keunggulan mereka atas Fenerbahce menjadi lima poin. Galatasaray sebelumnya menang 2-0 melawan Bodrum FK. Perebutan gelar antara kedua klub ini semakin intens dengan enam pertandingan tersisa di Super Lig.
Fenerbahce melanjutkan rekor tak terkalahkannya yang mengesankan di liga domestik. Terakhir kali tim asuhan Mourinho kalah adalah pada 7 Desember 2024, ketika Fenerbahce menderita kekalahan 0-1 melawan Besiktas.
Fenerbahce harus menaruh kepercayaan pada Talisca, seorang striker yang sedang dalam performa terbaik selama sebulan terakhir. Mantan bintang Al Nassr ini telah mencetak 7 gol dalam 5 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.
Sumber: https://znews.vn/doi-cua-mourinho-mat-diem-kho-tin-post1547471.html






Komentar (0)