![]() |
Tim Swiss berhasil menembus pertahanan Yordania hanya dengan tiga operan. |
Yang perlu diperhatikan, insiden pada menit ke-33 menarik perhatian para ahli. Striker Yordania, Musa Al-Taamari, dilaporkan terlihat terus-menerus mendesak rekan-rekan setimnya untuk maju dan memberikan tekanan, alih-alih sepenuhnya mengikuti taktik bertahan yang telah ditetapkan oleh staf pelatih.
Namun, pendekatan berisiko ini dengan cepat terbukti merugikan Yordania. Hanya dengan tiga umpan tajam, Swiss berhasil menembus pertahanan tim tamu dan mencetak gol untuk menjadikan skor 2-0. Hal ini mengungkap kurangnya pengalaman tim yang sedang mempersiapkan penampilan perdananya di Piala Dunia.
Menghadapi lawan yang berpengalaman dan salah satu tim papan atas Eropa, Yordania dengan cepat mengungkap kelemahan dalam pertahanan mereka. Swiss memanfaatkan celah tersebut sepenuhnya untuk menciptakan performa dominan sejak awal pertandingan.
Dengan lini pertahanan yang terus-menerus berada di bawah tekanan, kiper Abu Laila menjadi titik terang bagi Jordan. Ia melakukan beberapa penyelamatan penting, membantu timnya menghindari kekalahan yang lebih telak.
Meskipun kalah, Yordania punya alasan untuk optimis. Runner-up Piala Asia 2023 ini telah menulis babak baru dalam sejarah sepak bola mereka dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Pertandingan melawan Kolombia pada 8 Juni akan menjadi gladi bersih terakhir mereka sebelum memulai perjalanan bersejarah mereka.
Di Piala Dunia 2026, Yordania akan menghadapi Austria, Aljazair, dan Argentina di Grup J.
Sumber: https://znews.vn/doi-tuyen-chau-a-lan-dau-du-world-cup-nhan-trai-dang-post1655907.html









Komentar (0)