Pariwisata hijau di wilayah Semenanjung Ca Mau.
Seiring kehidupan perkotaan yang semakin sibuk, banyak orang mencari perlindungan di alam sebagai bentuk penyembuhan. Di bagian paling selatan Vietnam – tanah tempat hutan, langit, dan laut bertemu – tempat ini telah menjadi tujuan ideal untuk menghirup udara segar, melakukan olahraga ringan di tengah hijaunya pepohonan, dan menemukan kedamaian batin.
Sebuah negeri tempat langit, hutan, dan laut bertemu.
Membentang lebih dari 41.862 hektar, Taman Nasional Mui Ca Mau adalah salah satu dari sedikit wilayah di dunia yang berbatasan dengan laut di tiga sisinya. Endapan aluvial yang berkelanjutan telah menciptakan dataran lumpur yang luas dan ekosistem mangrove yang kaya.
Didirikan pada tahun 2003 berdasarkan keputusan Perdana Menteri, taman ini diakui oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia pada tahun 2009 dan menjadi situs Ramsar ke-2088 di dunia pada tahun 2012. Dengan nilai ekologisnya yang unik, Tanjung Ca Mau dianggap sebagai "harta karun hijau," yang berfungsi untuk tujuan konservasi dan membuka peluang untuk pengembangan pariwisata yang berkaitan dengan kesehatan.
Tanjung Ca Mau dianggap sebagai "harta karun hijau" yang berfungsi untuk tujuan konservasi sekaligus membuka peluang untuk pengembangan pariwisata yang berkaitan dengan kesehatan.
Wisata alam - sebuah bentuk penyembuhan
Tren "wisata kesehatan" semakin populer. Di Tanjung Ca Mau, konsep ini diwujudkan melalui produk wisata hijau, bersih, dan sehat seperti meditasi di hutan bakau, latihan pernapasan dalam di dataran lumpur, atau bersepeda di hutan. Wisatawan juga dapat mendaki di hutan, mendayung kano di kanal, berpartisipasi dalam reboisasi, dan menikmati kehidupan yang tenang di tengah alam. Setiap langkah, setiap tarikan napas di sini menjadi terapi alami yang membantu meremajakan tubuh dan pikiran.
Rasakan dan nikmati tempo kehidupan yang lambat di tengah alam.
Masyarakat memiliki ikatan yang sangat kuat dengan hutan.
Kehidupan masyarakat lokal di Semenanjung Ca Mau sangat terkait dengan air dan ritme pasang surut. Meskipun di masa lalu hutan terutama dieksploitasi untuk mata pencaharian, yang menyebabkan penipisan sumber daya dan polusi lingkungan, kesadaran kini telah berubah. Penduduk setempat berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas, menampilkan kerajinan tradisional seperti budidaya udang dan panen kerang, serta kegiatan sehari-hari yang terkait dengan dataran aluvial. Tur pengalaman bersama penduduk setempat ini membantu pengunjung memahami lebih banyak tentang kehidupan di wilayah sungai sekaligus memotivasi generasi mendatang untuk melestarikan hutan. Akibatnya, masyarakat memiliki pendapatan yang lebih stabil dan kesehatan yang lebih baik berkat lingkungan hidup yang lebih bersih.
Masyarakat setempat berpartisipasi dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas.
Perjalanan dari konservasi ke kesehatan masyarakat.
Banyak wisatawan menganggap perjalanan ke Tanjung Ca Mau sebagai "detoksifikasi" untuk jiwa. Udara laut yang asin, kicauan burung, hamparan hijau luas hutan bakau dan pohon nipa... semuanya menciptakan lingkungan ideal bagi tubuh untuk rileks dan jiwa untuk disegarkan. Mulai dari menanam pohon, mendayung perahu, menyaksikan matahari terbenam di titik paling selatan negara ini hingga sekadar berjalan-jalan di hutan, setiap pengalaman menghadirkan rasa kedamaian yang langka.
Setiap pengalaman menghadirkan rasa kedamaian yang langka.
Pengembangan produk pariwisata ini merupakan hasil dari upaya gigih pasukan perlindungan hutan dan pemerintah daerah. Patroli, kampanye kesadaran, pengembangan mata pencaharian berkelanjutan, dan integrasi pariwisata berbasis masyarakat membantu meningkatkan kesadaran lingkungan. Program-program seperti penanaman pohon bakau muda, pengumpulan sampah, dan penangkapan ikan di dataran lumpur tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan tetapi juga berkontribusi pada konservasi ekosistem.
Membangun mata pencaharian berkelanjutan dan mengintegrasikan pariwisata berbasis komunitas membantu meningkatkan kesadaran akan perlindungan lingkungan.
Pesan dari Dewan Pengelola adalah: "Cintai alam - Bertindak bersama." Setiap langkah yang diambil oleh wisatawan di Tanjung Ca Mau merupakan kontribusi terhadap upaya konservasi dan gaya hidup sehat serta berkelanjutan di tengah alam.
Di bagian paling selatan negara ini - sebuah wilayah tempat hutan, langit, dan laut bertemu.
Setibanya di Tanjung Ca Mau, pengunjung dapat menjelajahi lanskap yang masih alami sekaligus menjaga kesehatan mereka dengan cara yang paling alami. Udara segar, gaya hidup yang tenang, dan aktivitas yang berhubungan dengan hutan dan laut mengubah tempat ini menjadi terapi bagi tubuh dan jiwa.
Sumber: https://vtv.vn/du-lich-xanh-o-vung-dat-mui-ca-mau-100251015144846247.htm






Komentar (0)