Menteri Perekonomian Robert Habeck mengatakan subsidi tersebut dapat membatasi harga listrik hingga 6 sen per kilowatt-jam (kWh), memenuhi 80% konsumsi perusahaan industri.
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck pada konferensi pers tentang perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2023 di Berlin. (Foto: AFP/VNA)
Pemerintah Jerman berencana mengalokasikan sekitar 4 miliar euro (4,40 miliar USD) setiap tahun untuk mensubsidi listrik bagi industri yang padat energi, dengan tujuan mendukung transisi industri dari bahan bakar fosil dan mencegah perusahaan memindahkan operasi manufaktur dan bisnis mereka ke luar negeri.
Pada tahun 2022, pemerintah Jerman memperkenalkan pembatasan harga listrik dan gas untuk melindungi industri dan rumah tangga dari dampak kenaikan harga energi, tetapi perusahaan-perusahaan di Jerman berpendapat bahwa harga listrik masih terlalu tinggi.
Dalam sebuah pertemuan pada tanggal 22 Mei, Menteri Ekonomi Robert Habeck mengatakan bahwa ia ingin industri tetap berada di Jerman dan memiliki visi untuk transformasi.
Pemerintah sedang membahas rincian subsidi yang ditentang oleh Departemen Keuangan , tetapi Bapak Habeck mengatakan bahwa subsidi tersebut dapat membatasi harga listrik hingga 6 sen per kilowatt-jam (kWh), memenuhi 80% konsumsi perusahaan industri.
Menurut Bapak Habeck, harga ini akan dihitung berdasarkan harga rata-rata pertukaran listrik dan kemudian dikurangi, menambahkan bahwa ini akan memberi insentif kepada perusahaan untuk mencari energi yang lebih murah dari sumber terbarukan di pasar.
Subsidi ini akan dihapuskan secara bertahap pada tahun 2030 dan akan didanai melalui Dana Stabilisasi Ekonomi (ESF), yang awalnya diperkenalkan pada tahun 2020 untuk menyelamatkan Lufthansa selama pandemi COVID-19.
Pada awal Mei 2023, Kementerian Keuangan Jerman keberatan dengan rencana subsidi Kementerian Ekonomi karena anggaran tidak mengizinkannya. Bapak Habeck mengatakan bahwa usaha kecil dan menengah di industri padat energi seperti logam dan kimia akan dapat memperoleh manfaat dari dukungan ini.
Tuan Habeck menambahkan: "Jika kita tidak menerapkan rencana ini, kita mungkin tidak dapat mempertahankan industri masa depan di daerah-daerah padat energi di Jerman."
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/duc-co-ke-hoach-danh-hon-4-ty-usd-hang-nam-de-tro-gia-dien/864077.vnp
Tautan sumber








Komentar (0)