Meskipun 20% guru mengatakan mereka secara teratur menggunakan teknologi dalam pengajaran, persentase yang hampir sama belum pernah atau jarang menerapkannya. Hal ini mendorong Institut Ilmu Pendidikan Vietnam untuk bertanya: Bagaimana kecerdasan buatan dapat diterapkan pada pembelajaran secara rasional dan terkontrol oleh sekolah dan pengajar?
Sebuah tim peneliti dari Institut Ilmu Pendidikan Vietnam melakukan survei nasional terhadap lebih dari 5.000 guru dan 130.000 siswa sekolah dasar dan menengah. Hasilnya mengungkapkan kesenjangan dalam tingkat akses dan keterampilan teknologi antara kedua kelompok tersebut. Secara khusus, lebih dari 20% guru yang disurvei melaporkan secara teratur mengakses dan menggunakan teknologi untuk mendukung pengajaran mereka, sementara 15% belum pernah atau jarang menggunakannya. Lebih lanjut, hampir 50% guru, terutama di daerah yang kurang beruntung, menyatakan bahwa mereka kekurangan akses ke materi pengajaran digital. 39% sekolah menengah belum mengembangkan sumber daya digital.
Menurut Bapak Le Anh Vinh, Direktur Institut Ilmu Pendidikan Vietnam, angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun kita telah membuat banyak peningkatan dalam infrastruktur dan sumber daya manusia, masih banyak kendala yang tersisa dalam implementasi transformasi digital. Proyek penguatan penerapan teknologi informasi dan transformasi digital dalam pendidikan dan pelatihan, giai đoạn 2022-2025, dengan visi hingga 2030, bertujuan untuk secara signifikan menginovasi metode penyelenggaraan pendidikan pada tahun 2025, menjadikan pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan digital sebagai aktivitas penting sehari-hari bagi setiap guru dan siswa.
Para ahli telah menunjukkan bahwa tren pendidikan di era digital tidak dapat dipisahkan dari penerapan teknologi digital dengan alat bantu pengajaran untuk membuat guru dan siswa lebih proaktif. Alih-alih terbatas pada buku teks dan apa yang diajarkan di kelas oleh guru, siswa di era digital dapat mengakses pengetahuan dari berbagai sumber, tergantung pada kebutuhan dan pengalaman mereka. Guru juga perlu menyadari bahwa pengajaran dan pembelajaran saat ini sangat mobile dan fleksibel, meliputi pembelajaran di kelas, pembelajaran daring, pembelajaran laboratorium, eksperimen lapangan, magang di pabrik dan perusahaan, belajar mandiri, dan kerja kelompok. Oleh karena itu, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi modern secara luas dalam pengajaran dan pembelajaran sangat penting.
Dr. Bui Hai Hung, Direktur Jenderal VinAI Artificial Intelligence Research and Application Joint Stock Company, percaya bahwa kecerdasan buatan (AI) adalah alat yang akan semakin familiar bagi kita, membantu meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan akses informasi, dan menghasilkan pengetahuan baru. Demikian pula, Chatbox, ChatGPT, dan alat penghasil gambar berbasis AI lainnya akan semakin umum dalam kehidupan masyarakat. Pertanyaannya adalah bagaimana memanfaatkannya secara rasional dan efektif.
Sebagai contoh, sistem AI saat ini tidak hanya menyelesaikan soal-soal matematika umum di tingkat sekolah menengah atau tahun pertama universitas, tetapi bahkan dapat menjelaskan mengapa solusi tertentu digunakan. Ini berarti bahwa sistem AI sekarang dapat sepenuhnya menjadi tutor bagi kaum muda.
Pak Hung percaya bahwa jika siswa benar-benar bersemangat, mereka dapat menggunakan sistem seperti ChatGPT untuk belajar mandiri matematika SMA dan matematika tahun pertama universitas dengan mudah dan komprehensif. Hal ini juga akan bermanfaat bagi siswa di daerah terpencil, memungkinkan mereka untuk menggunakan sistem berbasis AI untuk belajar mandiri tanpa bergantung pada guru. Namun, agar pembelajaran ini efektif, manajemen dan organisasi yang tepat sangat diperlukan.
Dalam konteks tersebut, peran guru atau dosen adalah untuk membimbing dan menginspirasi, dan perkuliahan harus terstruktur dengan baik. Kurikulum sangat penting, menentukan apa yang harus diajarkan terlebih dahulu dan apa yang harus diajarkan kemudian, dan guru akan membantu siswa memahami apakah mereka benar-benar memahami konsep atau hanya menyalin solusi tanpa sepenuhnya memahaminya.
Untuk mempersiapkan penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari, Bapak Bui Hai Hung percaya bahwa langkah pertama adalah menginvestasikan waktu dan uang, serta melibatkan banyak pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan. Setelah seluruh masyarakat terlibat, semuanya akan menjadi lebih mudah.
Sumber: https://daidoanket.vn/dung-cong-nghe-ho-tro-giang-day-10296497.html






Komentar (0)